CIANJUR, CEKLISSATU - Ratusan rumah dan tenda-tenda pengungsi korban gempa Cianjur diterjang banjir setinggi dada orang dewasa, Senin, 20 Maret 2023 malam.
Tak hanya warga yang menetap di rumah, para pengungsi yang menetap di tenda darurat pun terpaksa keluar mencari tempat aman.
Andi Suprian Syah (35) warga Wangun Jaya menuturkan banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada Senin sore hingga malam membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Cugenang, terendam banjir.
Tak hanya merendam pemukiman warga, banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Leuwi Malang membuat tenda pengungsi yang dihuni korban gempa hanyut terbawa arus.
"Hujan dari sore membuat Sungai Leuwi Malang meluap, ada sekitar 100 lebih rumah terendan. Begitu juga tenda-tenda pengungsi," kata dia.
Saat ini, baik warga maupun pengungsi sudah berada di tempat aman. Setelah banjir surut, warga akan kembali pulang untuk membersihkan lumpur sisa banjir.
"Kalau sekarang warga sudah di tempat aman, ada juga yang bertahan di rumahnya sambil menunggu banjir surut bersihin lumpur,” kata Andi.
Pantauan di lapangan, selain di Desa Gunung Lanjung, Kecamatan Cugenang, banjir juga terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Cianjur Kota.
Salah satunya di Gang Al Falah Cikaret, Kelurahan Sayang, di tempat ini banjir setinggi dada orang dewasa merendam rumah warga.
Data yang diperoleh dari BPBD Cianjur, rumah yang terdampak jumlahnya mencapai ratusan unit. Belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat banjir bamdang ini.
"Laporan BPBD ada ratusan rumah yang terendam. Anggota BPBD sudah menuju ke lokasi-lokasi banjir untuk membantu warga,” kata Bupati Cianjur Herman Suherman.