JAKARTA, CEKLISSATU - Dalam setiap kejuaraan olah raga baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, sudah semestinya para atlet maupun official yang akan berlaga mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) sebab mereka sangat rentan terhadap resiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia saat latihan maupun saat laga berlangsung. 

Hal inilah yang mendorong Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi) dan BPJS Ketenagakerjan sepakat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap ratusan atlet yang sedang berlaga di Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo Antar Kota-Monas Cup tahun 2023 di GOR Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara. 

Kejuaraan Nasional tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti sekitar kurang lebih 500 orang Kenzhi se DKI Jakarta dengan kelompok usia pemula, remaja dan dewasa. 

Kadispora Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah membuka secara resmi kejuaran nasional tersebut sekaligus menyerahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada dua orang perwakilan atlit dengan didampingi oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kebayoran Baru Husaini dan Ketua Perkemi DKI Jakarta Zulkarnaen Idris. 

Dalam sambutannya Andri Yansyah mengharapkan agar penyelenggaraan kejuaran ini bisa memberikan kemajuan positif bagi olahraga Kempo di Jakarta dan Indonesia serta menjadi epicentrum olahraga Kempo di tingkat Asia. 

Andri Yansyah mengemukakan, hanya dua peristiwa yang membuat bendera merah putih berkibar di luar negeri dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, yakni kunjungan Kepala Negara dan keberhasilan meraih medali emas di event internasional. 

Sementara itu Ketua Perkemi DKI Jakarta Zulkarnaen Idris mengungkapkan, Kejurnas Shorinji Kempo Antar Kota bagi kontingen DKI merupakan bagian dari ajang persiapan Kenshi DKI menghadapi babak kualifikasi PON yang bakal digelar di Surabaya pada bulan Agustus mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kebayoran Baru Husaini mengemukakan bahwasanya seluruh pekerja memiliki hak konstitusi untuk mendapatkan perlindungan, oleh karena itu negara senantiasa hadir untuk memastikan hal tersebut telah terimplementasi dengan baik. 

"Terlebih profesi sebagai seorang atlit sangat rawan mengalami cidera atau kecelakaan kerja. Maka sudah sewajarnya mereka membutuhkan perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan,"terang Husaini. 

Adapun perlindungan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 2 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). 

Dengan demikian atlit yang telah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan akan terjamin dari risiko kecelakaan kerja sejak berangkat ke lapangan, saat jalannya pertandingan, hingga kembali lagi ke rumah. Tak tanggung-tanggung, jika terjadi kecelakaan, seluruh biaya perawatan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan hingga mereka sembuh dan dapat kembali bekerja. Apabila selama masa perawatan dan pemulihan atlit tersebut tidak dapat bekerja, maka BPJS Ketenagakerjaan juga akan membayarkan 100 persen upahnya selama setahun dan selanjutnya 50 persen hingga sembuh. Namun apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan cacat total tetap, maka manfaat yang akan diberikan sebesar 56 kali upah yang dilaporkan, ditambah santunan berkala sebesar Rp12 juta. BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan fasilitas homecare maksimal Rp20 juta untuk jangka waktu 1 tahun. 

Selain itu masih banyak manfaat lainnya, jika atlit tersebut meninggal dunia ketika sedang bekerja, maka keluarganya akan memperoleh santunan sebesar 48 kali upahnya, sedangkan jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja, santunan yang diberikan sebesar Rp42 juta. Keberlanjutan pendidikan anak juga terus terjamin karena BPJS Ketenagakerjaan memberikan beasiswa bagi 2 orang anak, dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sebesar maksimal Rp174 juta. 

"Semoga upaya kita bersama ini dapat meningkatkan kesejahteraan para atlit di Indonesia, sehingga mereka bisa "kerja keras bebas cemas" dan juga berprestasi di kancah nasional maupun internasional ,”tutup Husaini.