BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku resah menyusul rencana pembangunan jalur Bandung Rapid Transit (BRT) yang akan melintasi jalan arteri di kawasan tersebut. 

Kekhawatiran akan penggusuran membuat para pedagang, termasuk tukang parkir, memasang sejumlah spanduk penolakan BRT di sepanjang area Pasar Cicadas.

Pantauan ceklissatu.om di lapangan menunjukkan, spanduk-spanduk protes terpasang di berbagai titik kawasan Pasar Cicadas

Baca Juga: Pedagang dan Pekerja Tolak Alih Fungsi Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT Bandung Raya

Tulisan pada spanduk tersebut berisi penolakan terhadap pembangunan jalur BRT yang dinilai berpotensi menghilangkan lapak pedagang yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan mereka.

Para pedagang mengaku, hingga kini belum mendapatkan kepastian maupun solusi dari pemerintah terkait nasib mereka jika proyek tersebut tetap dilaksanakan. 

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, sejak wacana pembangunan BRT mencuat pada tahun 2023 lalu, para pedagang mengaku mulai merasakan penurunan jumlah pembeli.

Baca Juga: Habiskan Rp1,3 T untuk Pembangunan Infrastruktur, Lima Koridor Trans Metro Pasundan akan terintegrasi BRT

Kondisi tersebut disebut semakin diperparah setelah muncul informasi bahwa jalur BRT akan dibangun tepat di depan kawasan Pasar Cicadas, yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Sejak ada rencana BRT ini, pembeli sudah jauh berkurang. Kami takut nanti benar-benar digusur dan tidak punya tempat untuk berdagang lagi," kata Ketua Paguyuban PKL Cicadas, Suherman, Kamis (5/2/2026).

Suherman mengatakan, data Paguyuban PKL Cicadas mencatat, saat ini terdapat sekitar 557 pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut. 

Baca Juga: Ini Dia 20 Jalur BRT di Kota Bandung Tahun 2026

Para pedagang berharap pemerintah tidak mengabaikan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang di Pasar Cicadas.

"Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami minta kejelasan. Kalau memang harus terdampak,  tolong sediakan solusi yang adil dan manusiawi," katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pemerintah kota masih melakukan kajian terkait rencana pembangunan jalur BRT, termasuk dampaknya terhadap para pedagang di kawasan Pasar Cicadas.

Baca Juga: Konversi Angkot, BRT Siap Mengaspal di Bandung

"Pemkot Bandung akan berupaya mencari solusi terbaik agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat,” katanya.