BOGOR, CEKLISSATU – Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor yang naik, tidak diimbangi dengan kasus stunting.

Dalam dua tahun terakhir, angka stunting di Kota bogor meningkat dari 16 persen jadi 18,7 persen.

Hal itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berkomitmen untuk menurunkan angka stunting.

“Pendamping keluarga, dasawisma, Posyandu, intervensi spesifik, intervensi sensitif dan edukasi digiatkan bersama Forkopimda, kepolisian akan turun melakukan pemetaan juga,” kata Wali Kota, Bima Arya, di Bogor, Sabtu 11 Februari 2023.

Baca Juga : Kasus Stunting di Cianjur Menurun jadi Peringkat 13 se-Jabar

Bima juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk berada di garda terdepan. 

Hal itu untuk menyambungkan antara Kelompok Wanita Tani (KWT), urban farming, program Bogor Berkenun, dengan kebutuhan pangan bagi yang berisiko stunting. Seperti supply untuk sayur, buah dan ternak atau daging yang terjangkau dan murah.

“Kemudian bersama Kementerian Agama (Kemenag), kami fokus untuk edukasi pengantin atau pasangan baru menikah. Jadi kami gerak cepat untuk memobilisasi semua elemen,” tutup Bima.