JAKARTA, CEKLISSATU – Di era digital ini, guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. Guru dituntut untuk melek dengan perkembangan teknologi.
Tantangan guru di era digital semakin berat dan kompleks. Di era yang serba digital ini, setiap guru harus mampu beradaptasi dengan cara mengubah metode pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan peserta didik. Era digital telah mengubah pandangan dunia tentang politik, ekonomi, sosial, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Khusus dalam dunia pendidikan, era digital sangat mewarnai perkembangan dunia pendidikan. Untuk itu, guru sebagai salah satu stakeholders pendidikan, memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pembelajaran di era digital.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online dengan tema ‘Peran Guru di Era Digital dan Cita-Cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia’ pada Kamis 16 Maret 2023.
Baca Juga : Empat Pilar Tenaga Pendidik Kembangkan Kurikulum Literasi Digital
Wakil Ketua PGRI DIY, Sahari mengatakan, pendidikan menjadi salah satu pondasi dalam kemajuan bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu bangsa, maka akan diikuti juga dengan semakin baiknya kualitas pada bangsa tersebut.
“Guru bertugas dan bertanggungjawab terhadap mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru mampu memberikan peranan dan warna suatu bangsa dalam konteks pelaksanaan Pendidikan,” kata Sahari.
Menurutnya, guru di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif, Guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, Guru harus memampukan siswa aktif dan berpikir kritis.
Guru dituntut menjadi inspirasi para siswa dalam menerapkan algoritma berpikir dalam pengembangan diri manusia, juga mampu beradaptasi dengan masyarakat teknologi.
“Peran guru di era digital yaitu mengajarkan siswa untuk melek teknologi, menjadi fasilitator untuk mengembangkan minat belajar siswa, dan menjadi pendidik karakter,’ ujarnya.
Sementara itu psikolog yang juga Dosen Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malangi Universitas Padjajaran, Nawang Warsi Wulandari mengatakan, bahwa Sosok guru mempunyai rasa simpati, empati, kasih sayang, dan toleransi berbeda dengan Artificial Intelligence tidak memiliki rasa tersebut.
Tantangan guru saat ini Mengaburnya wawasan kebangsaan, Menipisnya kesopanan dan kesantunan, Menghilangnya budaya Indonesia, media digital menjadi panggung budaya asing, Minimnya pemahaman akan hak-hak digital, Kebebasan berekspresi yang kebablasan, Berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, Menghilangnya batas-batas privasi, Pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.
“Guru harus tetap menjadi teladan di dunia digital dan nilai-nilai karakter tetap perlu dikembangkan di dunia digital agar dapat memfilter segala informasi yang didapatkan dari siswa yang berasal dari gawai,” ucap Nawang.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPR, Mohammad Idham Samawi mengatakan, hanya Pancasila yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan agama dan Pancasila tidak berbenturan dengan agama dan adat istiadat di seluruh Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, maka dari itu Pancasila berperan penting dalam menjaga kesatuan bangsa Indonesia beserta seluruh sumber daya alamnya dari tangan asing.
“Pergerakan media pada saat ini sudah beralih ke media sosial dan ruang digital dimana sudah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu, adapun ancaman-ancaman di ruang digital terdapat narasi-narasi yang bisa memecah belah bangsa yang terserbar secara terstruktur, sistematis dan masif,” kata Idham.
Menurut dia, kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila di setiap silanya dalam kehidupan kita sehari-hari, dimulai dari hal-hal terkecil kita termasuk di ruang digital.
Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital.
“Diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” tutupnya.