Dalam sambutannya, Dar Edi Yoga menegaskan, film ini memegang nilai sejarah penting bagi ELPALA. 

"Yudha adalah bagian dari perjalanan panjang kami. Melalui film ini, kita bukan hanya mengenang, tetapi mewariskan semangatnya kepada generasi berikutnya. Kisah ini mengajarkan bahwa setiap langkah di alam membawa pelajaran tentang keteguhan, kewaspadaan, dan kebersamaan," ujarnya.

Baca Juga: Angkat Isu Kesehatan Mental Remaja, FTUI ke Grand Final Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 di Singapura

Salah satu anggota ELPALA yang hadir menonton, Tiffany Sheena, mengaku terharu dengan kedalaman cerita yang ditampilkan. 

"Film ini membuat kami merasa seolah ikut kembali ke Kerinci. Ada rasa kehilangan, tetapi juga kebanggaan. Nilai keberanian dan kebersamaan yang ditinggalkan Yudha sangat terasa," tuturnya.

IMG_20251116_212333.webp
PERDANA: SMA Negeri 68 Jakarta menggelar pemutaran perdana film dokumenter Dia Hilang di Antara Kabut pada Minggu (16/11/2025). Dokumenter ini menelusuri kembali tragedi hilangnya Yudha Sentika, pelajar SMA 68 yang hilang di Gunung Kerinci pada 1990, sekaligus merekam upaya terbaru tim ekspedisi dalam merevitalisasi tugu peringatan yang dibangun untuk mengenangnya.

Ketua ELPALA, Dafa Maheswara, berharap dokumenter tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas generasi muda. 

Baca Juga: Rekaman CCTV Angkot Terjungkal di Nanggung Bogor Viral, Disebut Mirip Film Kartun, Kasihan Tapi Lucu

Ia menegaskan bahwa revitalisasi Tugu Yudha Sentika bukan hanya merawat monumen, tetapi juga merawat memori dan pesan penting tentang keselamatan serta rasa hormat terhadap alam.