JAKARTA, CEKLISSATU - Prsiden Amerika Serikat (AS), Joe Bidden diminta untuk setop bantuan militer ke Ukraina. 

Sekitar 11 politisi Partai Republik di antaranya telah mensponsori sebuah resolusi yang menyatakan bahwa semua bantuan untuk Ukraina harus dihentikan.

Bantuan militer dari negara-negara Barat untuk Ukraina tercatat telah melebihi US$ 50 miliar (Rp 762,3 triliun) sejak invasi Rusia dilancarkan pada 24 Februari tahun lalu. Lebih dari separuhnya diketahui berasal dari AS, yang memicu kritikan dari politisi Washington, seperti dilansir dari AFP, Sabtu 4 Mret 2023. 

Baca Juga : Keluar Penjara April 2023, Anas Urbaningrum Langsung Gabung Partai Kebangkitan Nusantara

Wakil Menteri Pertahanan (Menhan), Colin Kahl, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan anggota parlemen AS, menyebut hal itu bisa berarti hingga bertahun-tahun.

"Konflik bisa berakhir enam bulan dari sekarang, bisa berakhir dua tahun dari sekarang atau tiga tahun dari sekarang," ucap Kahl. 

Pada Selasa 28 Februari 2023, parlemen AS menggelar rapat dengar pendapat, para anggota Komisi Angkatan Bersenjata DPR AS menanyai Kahl dan dua pejabat lainnya soal pengawasan untuk bantuan militer besar-besaran ke Ukraina.

Kahl menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan Ukraina menyalahgunakan bantuan militer senilai puluhan miliar dolar Amerika yang diberikan AS sejak Rusia menginvasi.

"Tidak ada bukti bahwa Ukraina mengalihkannya ke pasar gelap," tegas Kahl merujuk pada bantuan untuk Kiev.