JAKARTA, CEKLISSATU - Normalisasi Sungai Ciliwung disebut dapat mengurangi banjir Jakarta 30-40 persen.
Untuk itu, Komisi D DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta segera menginventarisir sisa lahan sepanjang 16,52 kilometer yang akan dibebaskan untuk melanjutkan Program Normalisasi Sungai Ciliwung.
Dengan demikian, upaya penanggulangan banjir terus berjalan.
Baca Juga: Pemkab Bogor Inventarisir Lahan untuk Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas, Langkah Tangani Banjir
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan, penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung tidak bisa secara parsial.
Pembebasan lahan di sepanjang Sungai Ciliwung menjadi hal utama yang harus diselesaikan.
"Selesaikan dulu normalisasi Sungai Ciiliwung, nanti baru bisa mengurangi 30-40 persen banjir yang ada di Jakarta. Jadi itu yang menjadi prioritas," ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Yuke mengungkapkan, proses pembebasan lahan ditargetkan tuntas pada 2027.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir
Pasalnya, mengacu pada keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), proses pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung dimulai pada 2027-2028.
Pembagian tugas dari program normalisasi Sungai Ciliwung, lanjut Yuke, Pemprov DKI Jakarta berkewajiban melaksanakan pembebasan lahan dari warga yang terdampak.
Sedangkan Kementerian PU mengeksekusi normalisasi sungai.
Baca Juga: KLH Minta 8 Perusahan di Puncak Diminta Bongkar Sendiri dan 6 Perusahan di Sentul Terancam Pidana
"Kalau memang mau ngejar tahun 2027-2028 sudah pembangunan diawal, berarti pembebasan lahannya harus sudah selesai tahun 2027. Anggarannya cukup besar diperlukan," jelas Yuke.
"Jadi prioritasnya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah sepakat membantu menyelesaikan permasalahan banjir di Jakarta," tambah dia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum memastikan, 2025-2027 akan memprioritaskan Proyek Strategis Nasional (PSN), satu di antaranya Program Normalisasi Sungai Ciliwung.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Kalibaru
PSN tersebut meliputi pembangunan polder, penataan sungai, dan pembebasan lahan.
Ika juga mengatakan, Dinas SDA bersama Kemernterian PU dan Kementerian ATR BPN menargetkan penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung pada 2028.
"Paling tidak kita selesai dulu lah di lima tahun masa legasinya Komisi D," jelas Ika.
"Harapannya kalau nonmanasi Kali Ciliwung selesai, mudah-mudahan persoalan banjir 30-40 persen aliran di Sungai Ciliwung, InsyaAllah bisa teratasi," pungkas Ika.