Kolonel Laut Pundjung Manoe menambahkan, ia merasakan getaran energi yang luar biasa besar selama misa berlangsung.
“Energinya seperti menyatu antara alam, leluhur, dan doa yang kami panjatkan. Rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ucapnya.
Dar Edi Yoga menilai peristiwa ini bukan kebetulan semata. “Fenomena cahaya yang turun sebelum misa adalah tanda alam sekaligus pesan spiritual bahwa Gunung Padang memiliki peran penting dalam sejarah dan kesadaran bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kendaraan Wisatawan, Polres Bogor Siap Amankan Jalur Puncak Pada Akhir Pekan
Ia menambahkan, kehadiran unsur alam dan dunia tak kasatmata dalam momen sakral ini menunjukkan keterhubungan antara warisan leluhur dan nilai-nilai iman.
Sementara itu, Romo Kolonel Yos Bintoro menyebut Misa Kudus di Gunung Padang sebagai pengalaman rohani yang tak terlupakan.
“Saya merasakan kehadiran Tuhan yang begitu nyata, bukan hanya bagi kami yang hadir, tapi juga bagi seluruh ciptaan yang ikut memuliakan-Nya,” ucapnya.
Ia berharap, peristiwa ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga dan menghargai situs bersejarah tersebut, bukan hanya sebagai peninggalan arkeologi, tetapi juga sebagai ruang spiritual.
Menurut Bowo, para makhluk astral itu bahkan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Misa Kudus bersejarah ini, yang diyakini membuka lembaran baru hubungan spiritual di situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara tersebut.