JAKARTA, CEKLISSATU - Militer Rusia dikabarkan menolak melakukan penyerangan karena sekitar 130 tanknya hancur di Kota Vugledar, Ukraina.


Perwira militer Ukraina mengabarkan kepada Kyiv Post bahwa brigade Rusia melakukan penolakan untuk menggencarkan serangan lantaran selain tank, kendaraan tempur lapis baja hancur di wilayah sekitar Donetsk ini.


"Para pemimpin brigade dan perwira senior menolak untuk melanjutkan serangan baru yang tidak masuk akal seperti yang diminta oleh komandan mereka yang tidak terampil - untuk menyerbu posisi Ukraina yang dipertahankan dengan baik dengan sedikit perlindungan atau persiapan."


Militer Rusia dilaporkan hampir merebut kota Bakhmut, juga di timur Ukraina, tetapi pertempuran ini juga mengungkap perpecahan dalam barisan Rusia.


Yevgeny Priogzohin, pemimpin kelompok militer swasta Wagner, menuduh pasukan Rusia menahan amunisi dari mereka.


“Saya mengetuk semua pintu dan membunyikan alarm tentang amunisi dan bala bantuan, serta kebutuhan untuk menutupi sayap kami," kata Prigozhin.


Dia juga memperingatkan bahwa "front akan runtuh" ​​dari Wagner berhenti membantu Rusia.


Prigozhin menambahkan, jika Wagner mundur dari Bakhmut sekarang, seluruh front akan runtuh. 


"Situasinya tidak akan manis untuk semua formasi militer yang melindungi kepentingan Rusia," kata Prigozhin.