KOTA DEPOK, CEKLISSATU.COM -- Universitas Indonesia (UI) menggelar Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, pada Sabtu (14/2/2026), di Balairung UI Kampus Depok.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa yang memberikan orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan dengan topik “Meniti Karier Pasca-Kampus: Membangun Generasi Muda yang Unggul Berintegritas untuk Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”.
Dalam orasinya, Menteri Purbaya menekankan pentingnya cara berpikir sistemik (general equilibrium), yakni memahami keterkaitan antar-sektor dalam ekonomi. Kebijakan fiskal dan moneter harus dilihat sebagai satu kesatuan sistem.
Baca Juga: Purbaya Effect: Mengubah Perasaan Menjadi Kenyataan
"Perlambatan ekonomi sebelumnya terjadi karena pengetatan likuiditas (base money menurun), lalu diperbaiki melalui injeksi likuiditas, sehingga pertumbuhan kembali meningkat di atas 5 persen dan berpotensi terus naik," ucap Purbaya.
Purbaya menyebutkan, Indonesia tidak boleh puas dengan pertumbuhan 5 persen, melainkan perlu mendorong pertumbuhan 7–8 persen bahkan lebih tinggi untuk menjadi negara maju. Meski ekonomi global tidak pasti, kekuatan utama Indonesia adalah permintaan domestik yang besar.
Karena itu, lulusan UI diminta tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi menjadi pelaku yang berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional.
Baca Juga: Faujia: Purbaya Yudha Sadewa Diharapkan Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional
“Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Dengan ketekunan, pembelajaran berkelanjutan, dan kontribusi nyata, Indonesia dapat terus berada dalam fase ekspansi ekonomi menuju Indonesia Emas,” kata Purbaya.
Purbaya juga mengajak para lulusan UI untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar kerja.
Dengan kombinasi kompetensi, inovasi, dan integritas, Menteri Purbaya optimistis generasi muda Indonesia dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bogor Hadiri Grand Launching Rafita’s Cake Rasakoe, Dorong Penguatan Ekonomi Lokal
Pada awal tahun ini, UI mencetak 4.428 lulusan yang terdiri atas 2.057 lulusan dari Program Sarjana dan Program Pendidikan Vokasi, serta 2.371 dari Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor.
Dari jumlah tersebut, 1.459 lulusan berpredikat Cumlaude, sementara 256 lulusan berpredikat Summa Cumlaude.
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU berharap para lulusan tidak hanya berbangga atas capaian akademik yang diraih, tetapi juga mampu menjadi insan yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing global.
Baca Juga: Ikut Meriahkan Festival Bandeng Rawa Belong, Fahira Idris: Perkuat Budaya, Geliatkan Ekonomi Warga
Ia menekankan bahwa gelar akademik merupakan amanah untuk terus belajar, berkontribusi, dan menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan bangsa.
“Lulusan UI diharapkan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, mengedepankan nilai-nilai etika, kolaborasi, serta semangat inovasi dalam setiap langkah pengabdian dan profesionalitasnya,” ujar Prof. Heri.
Menurutnya, UI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar tembus peringkat 100 dunia sesuai amanah Presiden.
Baca Juga: Presiden Prabowo Kenalkan ASRI, Perintahkan Pembenahan Menyeluruh kebersihan Lingkungan
Untuk itu, UI memperkuat internasionalisasi, kolaborasi riset, serta pengelolaan dana abadi. Dalam satu tahun kepemimpinan Rektor, dana abadi meningkat signifikan dari Rp193 miliar menjadi Rp260–280 miliar, dengan target Rp1 triliun dalam empat tahun.
UI juga membentuk lembaga khusus untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana abadi secara profesional guna mendukung pendidikan, riset, inovasi, dan beasiswa.
Strategi peningkatan kualitas dilakukan melalui rekrutmen talenta unggul, termasuk dosen diaspora dan peneliti internasional dengan skema professional hire, postdoctoral, tenure, dan tenure track.
Baca Juga: Mensesneg Sebut Presiden Prabowo Subianto Belum Putuskan Hadiri KTT BoP di Amerika Serikat
UI menyiapkan pendanaan remunerasi yang kompetitif serta infrastruktur riset yang memadai agar mampu menarik dan mempertahankan peneliti bereputasi global. UI juga aktif menggandeng pemerintah dan lembaga pendanaan internasional.
Di sisi lain, UI mengembangkan Migrant Center untuk melatih lulusan agar siap bekerja di luar negeri secara profesional, khususnya di bidang kesehatan, hospitality, dan teknik, sehingga meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
“Melalui Migrant Center, UI memastikan lulusan Indonesia tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi hadir sebagai profesional terlatih yang membawa kompetensi, etika, dan reputasi bangsa ke tingkat global,” kata Rektor UI.