BOGOR, CEKLISSATU - Tinggal di perkotaan dengan halaman rumah yang minim atau bahkan hanya memiliki balkon kecil seringkali menjadi alasan utama mengapa orang enggan memulai bercocok tanam. Padahal, keterbatasan lahan bukanlah akhir dari segalanya.

Tinggal di perkotaan dengan halaman rumah yang minim atau bahkan hanya memiliki balkon kecil seringkali menjadi alasan utama mengapa orang enggan memulai bercocok tanam.

Padahal, keterbatasan lahan bukanlah akhir dari segalanya. Saat ini, tren pertanian modern telah melahirkan solusi cerdas serta solutif yaitu hidroponik dimana metode ini digunakan untuk bercocok tanam tanpa tanah yang justru cocok untuk lahan sempit.

Konsep hidroponik dapat menghasilkan sayuran relatif biasa dijumpai untuk kebutuhan masak sehari-hari seperti pakcoy, bayam, kangkung darat, sawi, selada, dan masih banyak lainnya. Simak apa saja yang harus dipersiapkan untuk memulai pertanian hidroponik sebagai berikut:

Baca Juga: Konflik Global Mengancam Ketersediaan Pangan, Warga Bogor Diimbau Mulai Bercocok Tanam


Penggunaan media tanam hidroponik dapat menggunakan paralon berdimensi kiranya berukuran 3 Inch untuk diameter dan panjang dapat disesuaikan dengan banyaknya benih sayuran yang ingin ditumbuhkan.

Paralon dapat dipergunakan setelah proses pembenihan sudah berangsur selama 2 minggu atau hingga bibit mengeluarkan tunas
Wick System merupakan proses awal dalam rute penumbuhan bibit hidroponik.

Siapkan wadah persegi dengan tinggi 2-3 centimeter untuk membuat tampungan air nutrisi dan jajarkan kubik-kubik (Rockwool) kecil penumbuh bibit dengan jumlah sesuai dengan kebutuhan. Biasanya dalam satu nampan berukuran 30 x 20 dapat menampung sebanyak 24 buah kubik rockwool.