KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Wakil Menteri (Wamen) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla mengunjungi Puskesmas Leuwiliang, Kabupaten Bogor dalam program cek Kesehatan gratis serentak seluruh Indonesia.

Cek Kesehatan gratis ini diinisiasi oleh pemerintah pusat yakni Kementerian Kesehatan, Bersama Pemkab Bogor, Dinas Kesehatan, Puskesmas Leuwiliang, dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebutkan, pihaknya langsung meninjau 'kick off' program cek Kesehatan gratis dari pemerintah dan dilakukan serentak e-Indonesia, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya tinjau Puskesmas Leuwiliang. Mengecek proses awal, Alhamdulillah beberapa ruangan sudah kita lihat dan sempat berinteraksi dengan pasien," ungkapnya kepada wartawan.

Baca Juga: Ini Rekayasan Arus Lalu Lintas Cap Go Meh Besok

"Alhamdulillah juga hamper semua masyarakat yang mengikuti cek Kesehatan gratis ini sangat bersyukur mendapatkan 'kado' dari negara," tambahnya.

Pemeriksaan Kesehatan gratis diperuntukkan kepada empat kelompok usia. Yaitu bayi baru lahir usia dua hari, balita, anak pra sekolah usia 1-6 tahun, dewasa 18-59 tahun, hingga lansia usia 60 tahun ke atas.

"Ini adalah sebuah budaya baru bahwa budaya Kesehatan itu tidak hanya berobat ke rumah sakit. Tapi pengecekan Kesehatan sangat penting, sebagai bentuk pencegahan dini," terang Dzulfikar.

Selain itu lanjutnya, deteksi dini ini penting untuk pengobatan yang lebih maksimal. Menurutnya, program tersebut akan terus dilakukan selama Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden.

Baca Juga: PAD Sektor Pariwisata Naik jadi 624 M, Pj Bupati Bogor Ajak PHRI Lakukan Ini untuk Pembangunan

Dzulfikar mengatakan, program ini hanya pemeriksaan Kesehatan. Begitu hasil screening ada yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke BPJS dan rumah sakit.

"Semua puskesmas akan dijalankan program ini, seluruh Indonesia," tegasnya.

Untuk diketahui, selain di Leuwiliang terdapat 34 puskesmas lainnya yang menggelar pengecekan Kesehatan gratis serentak. Mencakup pelayanan Kesehatan, harapannya bisa menjangkau keseluruhan, kenyamanan, dan kehadiran yang dibutuhkan masyarakat.

"Untuk fasilitas an kesiapannya sudah angat luar biasa. Dari EKG sampai USG sudah luar biasa. Ketersediaan obatnya juga sudah cukup baik," beber Dzulfikar.

Baca Juga: Soal Ijazah Elektronik, Disdik Kabupaten Bogor Buka Suara

Dzulfikar menyatakan, program ini menjadi harapan yang sangat luar biasa. Sebagaimana dalam program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto yang juga termasuk dalam program Asta Cita.

"Terkhusus kepada para kepala puskesmas serta jajarannya, langsung stand by dan ready untuk melayani masyarakat," tuturnya.

"Kami juga berharap teman-teman Kementerian Kesehatan akan turun pro aktif, memonitor secara berkala program dini di masyarakat," pungkasnya.