PEKALONGAN, CEKLISSATU -- Hingga Kamis (23/01/2025), pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masih terus dilakukan.

"Korban meninggal dunia ada 21 jiwa," ungkap Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya, seperti dikutip, pada Kamis (23/01/2025).

Ia menyebutkan, tim gabungan yaitu TNI, Polri, BPBD, PMI, Tim SAR serta masyarakat intens melakukan pencarian korban yang masih tertimbun longsor.

Baca Juga: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Pekalongan Bertambah, Tim SAR Temukan Dua Jenazah

Korban yang ditemukan meninggal dunia kemudian dievakuasi ke posko bencana di Puskesmas Petungkriyono. Begitu pula korban luka-luka.

"Untuk korban luka-luka 13 orang, yang hilang belum ditemukan ada lima orang," terangnya.

Selain itu, tim gabungan pun memberikan pertolongan terhadap warga yang tempat tinggalnya tertimbun material longsor.

Baca Juga: Pekalongan Berduka, Berikut Ini Nama-nama 16 Orang Meninggal Dunia Korban Tanah Longsor

Koordinasi sudah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kemudian dengan BNPB terkait penanganan pasca kejadian bencana longsor.

Tidak hanya di Desa kasimpar, wilayah yang terdampak longsor yaitu di Desa Tlogopakis, Tlogohendro, Gumelem, Yosorejo, Curugmuncar, dan Kayupuring.

Tetapi, hanya di wilayah Desa Kasimpar yang banyak ditemukan korban.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Melanda Pekalongan, Belasan Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Untuk mencapai lokasi longsor Kecamatan Perungkriyono, hanya dapat diakses menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat via jalur Dieng Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. 

Karena jalan penghubung Kecamatan Doro dan Petungkriyono terputus imbas longsor. Dan jembatan Desa Simego dan Kalibening terputus.