BOGOR, CEKLISSATU - Kendaraan tonase besar akan dilarang melintas Jalur Bogor-Sukabumi, setelah Jembatan Cikereteg terbangun secara permanen.


Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jabar, AKBP Eti Hariati mengatakan, kemungkinan larangan tersebut akan dikaji karena mengingat longsoran di Jembatan Cikereteg cukuplah parah.


"Sementara kami melihat, bahwa ada aturan tonase dan mungkin akan ada aturan dan dipertimbangkan berapa masing-masing berat kendaraan sesuai dengan tonasenya (untuk melintas)," katanya belum lama ini.

Baca Juga : Nama Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dicatut dalam Kasus Bantuan Dana Pemerintah Senilai Rp500 Juta


Saat ini, Jalur Bogor-Sukabumi pun ditutup total. Sementara di sisi lain, pemerintah tengah mengupayakan untuk membangun jembatan bailey sebagai alternatif sementara sebelum Jembatan dibangun secara permanen.


"Saat ini ditutup dua arah, rekayasa (lalulintas) dilakukan sampai jembatan (permanen) jadi. Tapi nanti akan dibangun jembatan bailey," kata Eti.


Jembatan bailey sendiri ditargetkan selesai dalam dua pekan terhitung
Selasa 28 Februari lalu. Nantinya, jembatan tersebut hanya akan digunakan untuk satu arah oleh kendaraan roda dua dan empat.


Namun, Eti menyebut bahwa pihaknya akan mempertimbangkan penggunaan jembatan bailey tersebut untuk dua arah agar lebih maksimal.


"Apakah jembatan bailey itu bisa digunakan dua arah atau tidak nantinya, itu sedang dipertimbangkan," jelas Eti.


Dia pun berharap masyarakat untuk tetap bersabar dan sadar akan keselamatan. Sebab, kondisi Jembatan Cikereteg yang diterpa longsor masih sangat rawan untuk dilalui.


"Kami sangat berharap masyarakat pengguna jalan dan yang memiliki rumah di sini, (itu) memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga situasi aman dan nyaman dan kondusif," kata Eti.