CIANJUR, CEKLISSATU - Sebanyak 4 Kedusunan di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang terjadi sejak dua bulan terakhir.
Untuk memenuhi kebutuhan MCK, warga terpaksa harus mengambil air bersih di perbukitan dengan berjalan kaki sejauh satu kilo meter.
Salah satunya, Karman (56) warga Kampung Puncak Jaya yang termasuk kampung dari Lima Kedusunan yang paling terparah akibat kekeringan Sabtu 03 September 2023.
"Kekeringan kali ini merupakan yang terparah sudah sejak dua bulan dia dan warga lainnya mencari air bersih di bawah tebing perbukitan akibat sumur warga sudah mengering,"kata dia.
Baca Juga : Warga Terdampak Kekeringan di Kabupten Bogor Tembus 174.770 Jiwa
"Sudah sejak dua bulan pak sumur kering. Kalau cari air ya kita ke bawah tebing sana jaraknya lumayan pak sekitar satu kilometer. Ya saya secukupnya aja ngambil air gak kuat pak jalannya sambil bawa ember isi air jalan menanjak menurun," ujarnya .
Masih kata Karman (56) warga dikampungnya juga semua mengambil air di bawah perbukitan saat pagi dan sore hari ada 300 kepala keluarga di Kampung tersebut.
"Kalau disini warga semua ngambil airnya di sana dibawah tebing tapi kalau pagi sama sore aja," ungkap Karman.
Sementara itu Kepala Desa Mangun Jaya Jaelani mengatakan dari empat Kedusunan yang paling terparah kekeringan yakni Kampung Puncak Wangi, Cikareo, Cicadas dan Kerta Jaya.
"Kalau di Puncak Wangi kita sedang cari resapan-resapan air ya. Kalau sekarang ada resapan air di Kampung Puncak Wangi di bawah lereng perbukitan jaraknya sekitar satu kilometer. Tempat itu yang biasa warga sekarang mengambil air," terang Jaelani.
Saat ini lanjut Jaelani pihaknya sudah mengupayakan pendistribusian air bersih ke Kampung Puncak Wangi hasil dari donasi para pengusaha.
" Saat ini saya sudah mendapat donasi dari para pengusaha untuk pendistribusian air bersih ke wilayah Kampung Puncak Wangi dengan berkeliling. Alhamdulillah bisa membantu warga,"tutupnya