“DPW Jawa Barat sudah jelas akan melakukan Muswil. Persiapan sudah berjalan panitia sudah terbentuk tiba-tiba ada pihak lain masuk ini kan aneh kalau tidak diselesaikan, Muswil bisa gagal dan kalau Muswil gagal PPP juga bisa gagal,” tegasnya.
KH Asep bahkan menilai situasi ini sebagai bentuk rekayasa yang dapat merusak konsolidasi internal partai. Namun ia menekankan, yang terpenting bukan soal siapa melainkan bagaimana PPP bisa diselamatkan dan tetap solid.
“Siapa pun orangnya yang penting PPP ini selamat, jangan sampai partai ini pecah hanya karena adanya kepentingan-kepentingan yang tidak jelas,” ujarnya.
Baca Juga: Langkah Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026
Terkait penggunaan nama Pesantren Miftahul Huda dalam isu-isu politik, KH Asep menegaskan pesantren tidak bisa diklaim atau dibawa-bawa oleh pihak tertentu.
Menurutnya, urusan representasi Pesantren Miftahul Huda berada di bawah kewenangannya sebagai pimpinan umum.
“Kalau urusan Miftahul Huda itu urusan saya, jangan mengatasnamakan pesantren untuk kepentingan politik tertentu. Kami punya sistem sendiri dalam menyikapi politik kepartaian,” katanya.