JAKARTA, CEKLISSATU - Masuk hari ke-3 pasca longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna jaringan komunikasi di wilayah bencana longsor masih terputus.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menerangkan bahwa telekomunikasi merupakan hal yang sangat vital dan dibutuhkan dalam seluruh proses tanggap darurat bencana.
“Komunikasi ini sangat vital. Saya sudah perintahkan. Karena satgas sudah terbentuk, Pak Bupati menjadi komandan satgas. Wakilnya Pak Dandim dan Pak Kapolres. Saya minta ini membereskan masalah komunikasi. Mengintegrasikan semua sarana komunikasi yang ada,” jelas Suharyanto.
Di samping itu, Suharyanto juga berharap kepada jejaring radio lokal seperti RAPI atau ORARI dapat membantu permasalahan jaringan telekomunikasi di sana. Sehingga komunikasi antar wilayah di dalam satu pulau tersebut dapat terhubung.
“Kalau ada komunikasi lokal seperti RAPI dan ORARI itu juga bisa digunakan agar lebih bagus lagi,” kata Suharyanto dilansir dari siaran pers BNPB.
Di sisi lain, Suharyanto juga meminta seluruh stakeholder dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi di lokasi terdampak. Wilayah Pulau Serasan sebelumnya mendapatkan layanan sinyal telekomunikasi dari dua provider nasional. Kepala BNPB berharap agar kedua penyedia jaringan itu dapat segera melakukan upaya perbaikan agar komunikasi dapat kembali pulih.
"Harus segera. Kalau bisa hari ini sudah clear,” imbuhnya.
Bencana longsor terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna pada Rabu 6 Maret 2023 lalu. Hingga saat ini 21 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan puluhan lain masih dalam pencarian tim SAR gabungan.