“Saya menangis melihat areal sakral yang kita jaga justru dirusak. Ini bukan soal mistis atau ‘jurig’, tetapi soal ekosistem yang harus dijaga agar kehidupan tetap seimbang,” tegas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi berharap agar kebijakan pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan menghormati kearifan lokal dalam pengelolaan hutan.
“Yang bisa digarap, silakan. Tapi yang harus tetap menjadi hutan, jangan diganggu,” pungkas Dedi Mulyadi.