JAKARTA, CEKLISSATU - Fenomena Bulan Cacing atau Worm Moon diperkirakan akan terjadi pada Selasa 7 Maret 2023 malam di langit beberapa negara.
Biasanya masyarakat Amerika Utara dan Eropa menamai selain Bulan Cacing, Bulan Getah atau Bulan Mati. Mereka menggunakan untuk melacak musim yang biasa digunakan selama ribuan tahun, diwartakan Science.com.
“Worm Moon” adalah salah satu dari beberapa nama untuk bulan purnama yang muncul di awal tahun 2023. Peneliti menyebut bulan ini hal langka yang terjadi menjelang musim dingin berakhir.
Di seluruh Amerika Utara dan Eropa, orang-orang menggunakan penanda bulan purnama berdasarkan perubahan musiman yang ditunjukkannya.
Nama-nama yang ditugaskan untuk bulan purnama sering dikaitkan dengan penduduk asli Algonquian, yang berbagi keluarga bahasa dan berasal dari daerah New England, sejauh barat Danau Superior.
Pemukim kolonial di seluruh Amerika Utara mengadopsi versi mereka sendiri. Namun terinspirasi dari warga yang tinggal di Danau Superior tersebut,
Bahasa dan budaya yang berbeda menandai bulan mereka secara berbeda, kadang-kadang berdasarkan pada siklus pertanian. Selain itu, pada fenomena alam.
Saat musim semi mendekat, cacing tanah muncul dari tanah. Lalu, pohon maple berguguran. Burung yang bermigrasi kembali saat musim dingin berakhir.
Menurut almanak, itu membuat Ojibwe menyebutnya Sugar Moon, Algonquin atau Cree untuk menyebutnya bulan elang atau bulan angsa. Sementara, Ojibwe utara untuk menyebutnya burung gagak kembali. Pemukim Eropa dengan kalender keagamaan menyebut ini bulan Lenten.
“Nama-nama lain adalah bulan suci atau Bulan Kematian, terkait dengan puasa Prapaskah dan Tradisi sejak awal musim semi adalah akhir tahun lama dan awal yang baru," NASA menjelaskan.