JAKARTA, CEKLISSATU -- Belum lama ini, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan, TNI tidak pernah takut dengan ormas.
Dudung Abdurachman menyatakan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat.
"Ah nggak ada itu, nggak ada istilah TNI takut sama ormas, tidak ada itu istilah itu," ungkap Dudung Abdurachman kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip pada Selasa (06/05/2025).
“Siapa pun sampai masyarakat apa pun istilahnya tidak ada memandang bulu, istilahnya ini kelompok ini kelompok ini, semuanya TNI itu kan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegas Dudung Abdurachman.
Selain itu, Mantan Kepala Staf Angkatan darat tersebut menyampaikan, Prabowo Subianto juga sudah meminta agar ormas bersinergi dengan pemerintah.
Dudung Abdurachman juga meminta agar ormas tidak memalak dan menganggu ketertiban masyarakat.
"Tadi juga bapak presiden menyampaikan masalah ormas, yang tertib, yang kemudian tidak mengganggu apalagi memalak dan sebagainya,” tuturnya.
"Jadi kalau misalnya ada ormas silakan bersinergi dengan pemerintah, memberikan masukan, dan mendorong pembangunan pemerintah itu sendiri,” tambahnya.
Baca Juga: Kapolri Pastikan Kawal Hingga Tuntas Hari Buruh di Monas yang Dihadiri Presiden
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meminta pentolan ormas GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules dengan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk tidak saling menjelekkan.
"Saya sempat lihat juga ya ada ormas-ormas ya, memang kita harus sama-sama menahan diri, kalau menurut saya. Sama-sama tidak menjelekkan satu sama lain," kata Dudung di Istana, Jakarta, Senin (05/05/2025).
Dudung Abdurachman meminta kedua belah pihak bisa menahan diri. Sebab, semua rakyat Indonesia berjasa untuk bangsa.