KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU- Warga puncak Kampung Cibogo Balong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kembali dihantui ketakutan akibat dampak pergeseran tanah ketika curah hujan mulai tinggi.
Belum lama ini perbaikan Jalan pengaspalan dilakukan Pemerintah Desa Cipayung sudah terjadi keretakan lagi ditambah dengan kondisi rumah warga yang terus mengalami dinding tembok terbelah.
Kepala Dusun 3, wilayah RT 03 RW 05 Desa Cipayung, Bahrudin membeberkan, bahwa pergeseran tanah terus terjadi menyebabkan sejumlah rumah warga retak parah seperti membelah.
Baca Juga: Lakukan Penanaman Pohon di Kawasan Puncak, Pj Bupati Bogor: Jaga Kelestarian Lingkungan
Awal tahun 2025 Jalan yang belum satu bulan diaspal pun mengalami hal yang sama, retak-retak juga.
"Jika hujan turun terus-menerus, pastinya di sini terjadi pergeseran tanah selain itu juga erosi di wilayah ini semakin meluas akibat derasnya arus sungai kali Ciesek," cetusnya 20 Januari 2025.
Lanjut dia, tanah di sekitar rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai terancam longsor, terus terkikis saat hujan deras.
Meski selama ini kondisi pergeseran tanah terjadi di Kampung Cibogo Balong, hingga kini belum ada instansi terkait yang mengunjungi kampung ini.
"Jika tanggul di Sungai Ciesek tidak segera dibangun, pekarangan dan rumah warga terancam hilang, dan dampak erosi ini dipastikan akan semakin meluas," keluhnya.
Baca Juga: Dua Titik Jalur Rawan Kecelakaan di Puncak, Ini Penjelasan Unit Laka Lantas Gakkum Ciawi
Sebelumnya, dua RT di Kampung Cibogo Balong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah terdampak pergerakan tanah. Bahkan, sejumlah rumah terancam rusak akibat bencana alam tersebut.
"Pergerakan tanah ini sudah terjadi lama pada tahun 2001 sebanyak 15 kepala keluarga direlokasi ke lahan yang lebih aman," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebencanaan BPBD, Adam Hamdani, mengungkapkan, bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan warga dan pemerintah desa terkait pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Cibogo Balong.
Baca Juga: Sempat Viral, Polsek Megamendung Buru Satu dari Tiga Pelaku Pengeroyokan Wisatawan Ibu Hamil
"Iya kami terus berkomunikasi terkait pergeseran tanah di Kampung Cibogo Balong Desa Cipayung," pungkas Adam.
Handy Purnama