KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Kampung veteran Lokapurna merupakan sebuah wilayah yang memiliki nilai sejarah, terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan sumber yang disampaikan Darul Dinar, generasi ke tiga merupakan cucu seorang pendiri Kampung Lokapurna menjelaskan, asal usul penamaan Lokapurna berasal dari singkatan Lokasi Purnawirawan.
"Saya merupakan generasi ke tiga, dan kebetulan saya adalah cucunya, penamaan Lokapurna itu dari kakek saya merupakan singkatan dari Lokasi Purnawirawan dan kebetulan kakek saya merupakan seorang Veteran," ungkap Darul Dinar kepada wartawan, seperti dikutip pada Selasa (18/03/2025).
Darul Dinar menyebutkan, Lokapurna merupakan sebuah kawasan yang muncul dan berkembang dari sejarah para Veteran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 1967 sebagai daerah pertanian dan peternakan berdasarkan SK Menteri Kehutanan 268 tahun 1987.
Keindahan alam dengan morfologi perbukitan dan pegunungan dari Gunung Salak yang berada di sebelah barat daya, lambat laun menarik perhatian masyarakat sekitar untuk menikmati keindahannya.
"Perpaduan antara Perkebunan dan Wisata terjalin secara bersama dan membangun ekonomi bagi warga Lokapurna, bahkan masyarakat sepanjang jalur Ciampea-Cikampak-Cibatok-Lokapurna selama hampir 59 Tahun," katanya.
Infrastruktur terbangun secara organik dari masyarakat lokal sebagai penunjang sarana dan prasarana. Perputaran dan pertumbuhan ekonomi terus berjalan membangun sebuah pusat ekonomi lokal di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.
"Masyarakat tumbuh dan berkembang dalam putaran ekonomi wisata yg berkelanjutan. Lokapurna bukan lagi sebuah desa yang terpencil, tetapi telah menjadi Desa Wisata Mandiri yang maju," bebernya.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bahas Pengendalian Banjir di Kemen PU
"Masyarakat lokal mampu menghasilkan putra-putrinya menjadi sarjana dan bekerja di berbagai tempat," tutur Darul Dinar.
Kesejahteraan masyarakat meningkat melalui pergerakan ekosistim ekonomi wisata, mulai dari usaha makanan-minuman, jasa, penginapan dan lainnya.
Kesejahteraan dan kemajuan Lokapurna dari belantara di Tahun 1967, dan peranan para Veteran membangun perkebunan serta wisata menjadi bukti bagaimana menjaga kekayaan alam yang ada secara berkelanjutan bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat secara nyata dan mandiri.
"Lokapurna dapat dijadikan model bagaimana membangun kekayaan alam secara berkelanjutan dalam membangun ekonomi lokal sekaligus memajukan peradaban masyarakat lokal menjadi warga Indonesia yang maju dan sejahtera," katanya.
Kehijauan dan kelestarian tetap terjaga sebagai modal bagi wisata yang menarik untuk dikembangkan.
Saat ini, Lokapurna sudah berbenah menjadi alternatif jalur wisata Jabodetabek, yang selama puluhan tahun terpusat di Puncak-Ciawi.
Ini tentu sangat membantu mengurangi kemacetan di jalur Puncak, dan memberikan fungsi layanan kesehatan masyarakat melalui rekreasi sebagai kebutuhan primer.
"Demikian seyogyanya Lokapurna dapat menjadi Kawasan Wisata Baru yang dapat memberikan masukan kepada masyarakat setempat, Pemda setempat, baik secara langsung maunpun tidak langsung, baik secara ekonomi, politik dan sosial," ucap Darul Dinar.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Hadiri Peresmian Stadion Pakansari yang Telah Berstandar FIFA
Melihat fakta yang ada, kata Darul Dinar, dengan berbagai kekurangan secara perizinan dan tata aturan, saatnya pemerintah daerah memfasilitasi agar Lokapurna mendapatkan legitimasi secara tata peraturan.
Ini adalah hal yang wajar bahwa proses wisata mendahului tata aturan, karena modal dasar yang dimiliki Lokapurna secara kompetatif adalah kekayaan pemandangan alam yang terekpose secara perlahan atas inisiatif warga.
"Pemerintah harus mengakui kemajuan dan peranan Lokapurna bagi kemajuan daerah dan nasional. Bahkan dapat menjadikannya contoh dalam mengelola kekayaan alam yang menjadi kekayaan nasional dan kekayaan masyarakat," pungkasnya.