JAKARTA, CEKLISSATU - BPJS Ketenagakerjaan jajaran Kantor Cabang di wilayah Jakarta Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan peserta melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Salah satu bentuk implementasinya diwujudkan melalui kegiatan PEKA dengan mengusung tema “PEKA Berdaya melalui Peluang Usaha Franchise D’Kriuk” yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, bertempat di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun, Jakarta Ceger, Jakarta Buaran, dan Jakarta Duren Sawit dengan melibatkan peserta atau penerima manfaat Program PEKA. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang pengembangan usaha yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai konsep kemitraan atau franchise D’Kriuk, mulai dari kebutuhan modal, potensi omzet, biaya yang diperlukan, estimasi keuntungan, hingga gambaran operasional usaha dan berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh calon mitra. Selain itu, kegiatan turut menghadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra kolaborasi untuk memberikan literasi keuangan dan perspektif pembiayaan kepada peserta.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Buaran, Muhammad Ramdhoni, menyampaikan bahwa Program PEKA merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak hanya memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga turut mendorong peserta agar memiliki peluang untuk berkembang secara ekonomi.
“Kami berharap melalui Program PEKA, peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memperoleh wawasan, pengetahuan, dan akses terhadap peluang usaha yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BSI dan pelaku usaha, menjadi langkah penting agar peserta mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, maupun akses pembiayaan,” ujar Muhammad Ramdhoni.
Menurutnya, pengenalan peluang usaha secara langsung dapat memberikan perspektif baru kepada peserta dalam melihat potensi usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
“Kami ingin agar PEKA dapat memberikan manfaat yang nyata dan aplikatif. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mempertimbangkan peluang usaha secara lebih matang, termasuk memahami kebutuhan modal, biaya operasional, potensi pendapatan, serta risiko yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha,” tambahnya.
Pelaksanaan Program PEKA ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai pihak dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta. Melalui sinergi tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan dan membuka peluang usaha yang aplikatif sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kemandirian ekonomi.
BPJS Ketenagakerjaan akan terus mendorong berbagai inisiatif pemberdayaan yang dapat memberikan nilai tambah bagi peserta dan penerima manfaat, sejalan dengan semangat menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kesejahteraan peserta dan keluarganya.