Sementara itu, 105 ZOM (15 persen) akan mulai mengalami musim hujan pada November 2025, yang meliputi sebagian besar NTB dan NTT, Sulawesi bagian Tengah dan Tenggara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, serta sebagian Papua.
"Jika dibandingkan dengan rerata klimatologis 1991-2020, sebanyak 294 ZOM (42,1 persen) akan mengalami awal musim hujan yang lebih cepat (maju), 50 ZOM (7,2 persen) sama dengan normalnya," tuturnya.
Baca Juga: Tinjau Tambang Emas Antam, Rudy Susmanto: Potensi Nanggung Aset Strategis yang Harus Dikelola Bijak
"Dan 56 ZOM (8,0 persen) akan mengalami musim hujan yang lebih lambat (mundur). Dengan kata lain, mayoritas wilayah Indonesia diprediksikan menghadapi musim hujan lebih cepat dari biasanya," ujar Dwikorita Karnawati.