BOGOR, CEKLISSATU - Banjir yang melanda kawasan Bogoor, Bekasi, dan Depok membuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan mengevaluasi kebijaka tata ruang Jawa Barat.

Menurut Dedi Mulyadi, dalam penanganan banjir yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, pihaknya akan melaksanakan sebaik mungkin. Namun, ia meminta masyarakat agar bersama-sama menjaga alam.

"Kedepan kita tidak lagi akan mengulangi kebijakan-kebijakan yang salah, perizinan yang bertentangan dengan prinsip pengelolaan lingkungan, serta menata kembali tata ruang untuk dibuat berdasarkan kehendak alam," kata Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu 5 Maret 2025.

Baca Juga: Tanggapi Pernyataan Wali Kota Bekasi Soal Banjir, Rudy Susmanto: Mari Kita Selesaikan Puncak Bersama

Dia menambahkan, meski hujan mulai mereda,  dia meminta masyarakat tetap harus waspada antisipasi berbagai kemungkinan bencana. karena diprediksi hujan deras akan kembali turun sekitar 10-11 Maret 2025 mendatang.

"Saya ajak masyarakt untuk arif terhadap lingkungan, tidak membeton daerah resapan air,kelola sampah dengan baik, selokan-selokan kita fungsikan," ujarnya.
  
Terkait penataan tata ruang Jawa Barat, kata Dedi Mulyadi, itu akan dibicarakkan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Sebabkan Banjir di Puncak Bogor, Wabup Jaro Ade Minta Masyarakat Terus Waspada

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyinggung soal rencananya mengevaluasi kawasan Puncak, Kabupaten Bogor menyusul terjadinya bencana banjir dan longsor. 

Evaluasi yang akan dilakukannya terkait keberadaan saran rekreasi dan bangunan di kawasan Puncak. 

Ia menilai alih fungsi lahan di kawasan Puncak yang menjadi penyebab bencana hidrometeorologis, seperti banjir bah yang terjadi di Kabupaten Bogor pada Ahad, 2 Maret 2025. 

Evaluasi juga akan dilakukannya pada BUMD Jawa Barat, yakni PT Jaswita yang mengelola salah satu objek wisata di Kawasan Puncak. Pekan ini dirinya akan membahas soal kawasan puncak bersama Menteri Lingkungan Hidup.