KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Minggu (02/03) sore menyebabkan banjir dan tanah longsor di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja.
Akibat kejadian ini, ratusan warga terdampak dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan bahwa banjir terjadi di beberapa kampung.
Yakni Kampung Kebon Kelapa RT05/RW04 dan RT04/RW04, Kampung Rawa Kalong RT04, RT08, dan RT09/RW05, serta Kampung Poncol RT10/RW05.
Banjir ini diduga disebabkan oleh meluapnya Sungai Ciluar dan menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai 40 cm hingga 1 meter.
Baca Juga: Diterjang Banjir Tujuh Jembatan di Kabupaten Bogor Rusak, BNPB Pastikan Percepatan Perbaikan
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kampung Cimandala RT07/RW01 dan Kampung Poncol RT05/RW05, longsor dengan panjang 8 meter dan tinggi 15 meter.
Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan berat pada rumah milik seorang warga bernama Cecep (1 KK/5 jiwa), dinding dapur rumahnya jebol akibat longsoran tanah.
Sehingga ia beserta keluarganya harus mengungsi ke rumah saudaranya yang masih berada di lokasi yang sama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menyebutkan, tim TRC-PB BPBD telah melakukan berbagai langkah tanggap darurat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan aparat setempat, melakukan assessment, serta memberikan edukasi dan imbauan kepada warga," terangnya.
Baca Juga: Korban Banjir Bandang di Cisarua Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di Sekitar Bendungan Ciawi
"Selain itu, kami juga telah memasang terpal di lokasi longsor untuk mencegah longsor susulan," tambahnya.
Menurutnya, data sementara mencatat sebanyak 480 KK atau sekitar 1.885 jiwa terdampak banjir, beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan.
Seperti turap penahan tanah (TPT) Kali Cibuluh di Kampung Poncol RT 05 RW 05 yang ambruk dengan panjang 12 meter dan tinggi 3 meter.
"Sebanyak 480 KK atau 1.885 jiwa terdampak banjir, serta turap Kali Cibuluh di Kampung Poncol RT05/RW05 ambruk sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter," papar dia.
BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah bronjong dan logistik tanggap darurat.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Pastikan Korban Bencana Banjir Bandang Tidak Kekurangan Kebutuhan
Situasi di lokasi masih dalam pemantauan, sementara rumah terdampak longsor belum dapat diperbaiki karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah bronjong dan logistik tanggap darurat. Situasi masih dipantau, sementara rumah terdampak longsor belum bisa diperbaiki karena risiko longsor susulan," kata Adam.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.