BOGOR, CEKLISSATU– Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Phillips Vermonte, menilai peluncuran Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Bina Insani, Bogor, Kamis (6/1), merupakan langkah penting menuju perbaikan gizi nasional. Menurutnya, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara seperti India dan Brasil yang lebih dahulu menjalankan program serupa.
“Ini pertama kalinya Indonesia menjalankan program makan bergizi gratis. Intervensi gizi sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar anak-anak,” kata Phillips.
Phillips menjelaskan bahwa akses makanan sehat di sekolah akan meningkatkan kehadiran siswa dan menolong anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Ada anak yang harus bekerja untuk membantu keluarganya. Kini, mereka bisa datang ke sekolah dan tahu akan mendapat makanan,” tambahnya.
Program ini juga bertujuan membangun solidaritas di kalangan siswa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka. “Anak-anak akan belajar bahwa semua mendapat makanan yang sama, membangun solidaritas di lingkungan sekolah,” ujar Phillips.
Baca Juga : Program MBG, Wamendagri Bima Arya: Program Gizi Seimbang Nasional Dimulai Kolaborasi Daerah Jadi Kunci
Ia optimistis program ini mendapat dukungan luas dari para orang tua dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan dan pendidikan generasi mendatang.
(Febrian Batara Aditya Rahman)