BOGOR, CEKLISSATU - Bagi sebagian besar orang, cokelat adalah makanan yang menenangkan dan mempercepat mengembalikan energi di saat aktivitas lapangan begitu berat, dikarenakan pada beberapa hidangan cokelat kerap kali dicampurkan bersamaan dengan gula dan juga susu, maka dari itu energi tubuh berasal dari asupan glukosa pada cokelat.
Namun, bagi mereka yang menjalani terapi dengan golongan obat antidepresan tertentu, terutama Inhibitor Monoamine Oksidase (MAOI) cokelat justru bisa menjadi awal mula kecelakaan fatal jika terkonsumsi. Kombinasi ini memicu risiko yang dikenal sebagai krisis hipertensi, di mana tekanan darah melonjak drastis secara tiba-tiba.
Secara umum Inhibitor Monoamine Oksidase (MAOI) adalah salah satu jenis antidepresan yang umumnya diresepkan untuk depresi berat, depresi atipikal, atau kasus yang tidak merespons pengobatan lini pertama. Cara kerja MAOI adalah obat penghambat enzim monoamine oksidase, yang bertugas memecah neurotransmiter seperti serotonin, norepinefrin, dan dopamin di otak.
Baca Juga: Alasan Beberapa Peralatan Masak Tidak Boleh Tergores dan Menimbulkan Baret-Baret Halus
Dengan menghambat enzim ini, kadar neurotransmiter meningkat sehingga suasana hati menjadi lebih stabil. Namun, enzim yang sama (MAO-A) juga bertugas memecah zat bernama tiramin di saluran pencernaan. Dalam kondisi normal, tiramin dari makanan akan dinetralkan dengan cepat.
Ketika MAOI menghambat enzim ini, tiramin tidak terurai dan masuk ke aliran darah utuh, menyebabkan pelepasan norepinefrin yang masif dan memicu krisis hipertensi. Sedangkan itu cokelat mengandung tiramin, terutama pada dark chocolate. Kadarnya mungkin tidak setinggi keju tua atau anggur merah, tetapi cukup untuk memicu reaksi hipertensi pada pasien MAOI, terutama pada tahap awal pengobatan atau pada dosis tinggi.
Peringatan tentang cokelat ini muncul di berbagai sumber medis. Data dari Drugs.com dan FDA menyebutkan bahwa konsumsi cokelat berlebihan oleh pasien MAOI dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berbahaya. Cokelat juga mengandung kafein, yang dapat berinteraksi dengan obat dalam beberapa kasus.
Sangat penting untuk dicatat bahwa risiko ini khusus terkait golongan MAOI, bukan semua antidepresan. Antidepresan lain seperti SSRI, SNRI, atau trisiklik umumnya tidak memiliki interaksi langsung dengan tiramin dalam cokelat. Walaupun demikian selalu berkonsultasilah kepada profesional terkait penggunaan cokelat pada setiap hidangan.
Efek dari mengkonsumsi cokelat beriringan dengan penggunaan obat golongan MAOI menimbulkan kondisi serius, diantaranya resiko fase krisis hipertensi dapat terjadi akibat interaksi tiramin dan MAOI sewaktu-waktu, seperti sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba palpitasi atau detak jantung tidak beraturan, mual dan muntah, kerkeringat dingin, penglihatan kabur, serta kesulitan bernapas.
Baca Juga: 5 Ide Menu Sarapan Sederhana yang Bergizi dan Praktis
Risiko ini hanya spesifik untuk golongan MAOI, bukan berarti pasien pengguna antidepresan lain harus panik dan menghindari cokelat total. Pesan pentingnya adalah kesadaran dan komunikasi. Setiap pasien yang memulai terapi MAOI wajib mendapatkan konseling dari dokter atau apoteker tentang daftar makanan dan minuman yang harus dihindari.
Sumber:farmalkes.kemkes.go.id
Ade Pramitha