BOGOR, CEKLISSATU - Kritik sering kali memunculkan perasaan tidak nyaman, terutama ketika disampaikan secara langsung. Bagi sebagian orang, kritik dapat memicu perasaan tersinggung, kecewa, hingga membuat kepercayaan diri menurun. Padahal, apabila disikapi dengan tepat, kritik dapat menjadi masukan yang membantu seseorang berkembang, baik dalam kehidupan pribadi, pendidikan, maupun dunia kerja.
Psikolog menyebut kemampuan menerima umpan balik (feedback) sebagai salah satu aspek penting dalam kecerdasan emosional yang membantu seseorang mengelola respons terhadap kritik secara lebih bijak. Seseorang yang mampu mengelola emosi saat menerima kritik cenderung lebih mudah mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan kualitas kinerjanya.
Menurut penjelasan American Psychological Association, kemampuan mengelola emosi dan menerima masukan secara konstruktif dapat membantu individu membangun hubungan interpersonal yang lebih sehat sekaligus meningkatkan ketahanan psikologis (resilience).
Berikut beberapa cara menyikapi kritik agar dapat menjadi pembelajaran, bukan beban.
1. Dengarkan hingga Selesai Sebelum Merespons
Saat menerima kritik, banyak orang cenderung langsung membela diri sebelum lawan bicara selesai menyampaikan pendapatnya. Padahal, mendengarkan secara utuh dapat membantu memahami maksud kritik yang sebenarnya.
Baca Juga: Gelombang Kritik SPMB 2026 Belum Reda, DPRD Jabar Didesak Bentuk Pansus, Fokus Evaluasi Kebijakan
Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menyelesaikan penjelasannya juga menunjukkan sikap terbuka dan menghargai pendapat orang lain. Setelah itu, barulah seseorang dapat memberikan tanggapan secara lebih tenang dan objektif.
2. Pisahkan Kritik dari Penilaian terhadap Diri
Tidak semua kritik berarti seseorang adalah pribadi yang buruk. Dalam banyak kasus, kritik lebih mengarah pada perilaku, hasil pekerjaan, atau tindakan tertentu yang masih dapat diperbaiki.
Psikolog menyarankan agar seseorang tidak langsung mengaitkan kritik dengan harga dirinya. Dengan memisahkan kritik terhadap tindakan dari penilaian terhadap diri sendiri, seseorang akan lebih mudah melihat masukan tersebut sebagai peluang untuk berkembang.
3. Evaluasi Apakah Kritik Memiliki Dasar yang Jelas
Tidak semua kritik memiliki kualitas yang sama. Ada kritik yang disampaikan dengan tujuan membantu, tetapi ada pula yang muncul karena emosi atau opini yang belum tentu didukung fakta.