BOGOR, CEKLISSATU - Sampah makanan masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya menyebabkan pemborosan sumber daya, makanan yang terbuang juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca ketika menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Menurut laporan United Nations Environment Programme dalam Food Waste Index Report 2024, dunia menghasilkan lebih dari 1 miliar ton sampah makanan setiap tahun. Sebagian besar limbah tersebut berasal dari rumah tangga, yang menyumbang sekitar 60 persen dari total sampah makanan global.
Di Indonesia, persoalan serupa juga menjadi perhatian. Penelitian yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menunjukkan bahwa makanan yang terbuang dapat menimbulkan kerugian ekonomi sekaligus memberikan dampak terhadap lingkungan akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca.
Baca Juga: Masih Sering Pakai Plastik Sekali Pakai? Coba Ubah Kebiasaan Ini
Para ahli menilai bahwa pengurangan sampah makanan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Merencanakan Menu Sebelum Berbelanja
Salah satu penyebab makanan terbuang adalah membeli bahan pangan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan. Karena itu, membuat rencana menu mingguan sebelum berbelanja dapat membantu mengurangi pembelian yang tidak diperlukan.
Dengan mengetahui bahan apa saja yang akan digunakan, masyarakat dapat membeli makanan sesuai kebutuhan dan mengurangi risiko bahan makanan rusak karena terlalu lama disimpan.
2. Memeriksa Persediaan Makanan Secara Berkala
Sebelum berbelanja, penting untuk memeriksa isi lemari penyimpanan, kulkas, maupun dapur. Langkah ini membantu menghindari pembelian bahan makanan yang sebenarnya masih tersedia di rumah.