BANGKOK, CEKLISSATU - Seorang pria bersenjata merampok kalung emas senilai 2 juta baht atau sekitar Rp 840 miliar dari toko emas di Bangkok, Thailand pada Sabtu, 18 Juni 2022.
Menurut laporan polisi, tersangka mengaku melakukan perampokan karena tekanan keuangan yang disebabkan oleh kerugian kripto.
Dilansir dari Bitcoinist, Kamis 23 Juni 2022, pria bernama Montri ditangkap polisi Bangkok 11 jam setelah melakukan aksi perampokan. Akibat aksinya itu, Montri menghadapi tuduhan perampokan bersenjata.
Kepada penyidik, mulanya tersangka berusia 34 tahun ini memarkir sepeda motornya di depan toko emas Buan Lee di Wang Burapha. Kemudian memasuki toko dengan membawa senjata, dan melarikan diri setelah berhasil merampok perhiasan.
Baca Juga : Pelarangan Kripto oleh OJK Dinilai tak Disertai Undang-undang yang Jelas
Pemilik toko, Kornrawik Wangcharoenrung, bersama beberapa karyawan dan pelanggan, berlari ke ruang belakang toko setelah mengetahui didatangi pria bersenjata.
Pria itu kemudian mencuri kalung emas sebelum melarikan diri. Dua kalung di antaranya ditemukan di trotoar di depan toko.
Kepada penyidik, pria bersenjata itu mencuri toko emas karena sangat stres dan sangat membutuhkan uang setelah menderita kerugian besar pada investasi kripto selama pergolakan pasar saat ini.
Seperti diketahui, nilai global cryptocurrency telah menurun secara signifikan dalam beberapa hari terakhir, dengan Bitcoin, koin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, mencapai titik terendah sejak 2020.
Di lingkungan pasar kripto saat ini, telah mengalami kerugian USD 370 miliar dalam tujuh hari, Bitcoin turun di bawah USD 20.000, tetapi membuat comeback kecil pada Selasa, ketika diperdagangkan sebentar di atas USD 21.000.