MALAYSIA, CEKLISSATU – Untuk pertama kalinya sejak 1969, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad kalah dalam pemilihan umum.
Mahathir Mohamad yang merupakan kandidat koalisi Gerakan Tanah Air (GTA) gagal mempertahankan posisinya sebagai PM Malaysia yang telah didudukinya selama 53 tahun.
Hal ini karena Mahathir Mohamad kalah telak dalam pemilihan yang yang diumumkan secara resmi pada Minggu 20 November 2022.
Mahathir Mohamad kalah telak dari Mohd Suhaimi Abdullah dari Perikatan Nasional (PN), yang meraih sebanyak 13.518 dari 25.463 suara.
Baca Juga : Pol PP Kabupaten Bogor Tertibkan PKL di Jalur Berimob Cikeas Gunung Putri
Mahathir Mohammad hanya mendapatkan 4.566 suara yang menempatkannya di posisi keempat.
Mahathir Mohamad adalah pemegang rekor dunia sebagai perdana menteri tertua. Selain itu juga, Ia juga merupakan perdana menteri terlama yang menjabat di Malaysia, setelah menjabat selama 22 tahun hingga 2003.
Pada bulan ini Mahathir Mohamad mengatakan ia akan mundur dari politik bila kalah.
"Saya tidak melihat diri saya aktif di politik sampai 100 tahun, yang paling terpenting membagikan pengalaman saya ke pemimpin muda di partai," katanya.
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengaku, telah mengamankan cukup banyak kursi dalam pemilihan untuk membentuk pemerintah. Meski hasil akhir dari Komisi Pemilihan Umum menunjukkan persaingan di parlemen.