JAKARTA, CEKLISSATU - Twitter memblokir sejumlah akun milik sejumlah jurnalis. Pemblokiran ini dilakukan setelah mereka menerbitkan artikel terkait keberadaan jet pribadi milik Elon Musk.

Adapun akun beberapa jurnalis yang ditangguhkan diantaranya reporter New York Times Ryan Mac, reporter Washington Post Drew Hall, Donie O'Sullivan dari CNN, Matt Binder dari Mashable, Micah Lee dari The Intercept dan Steve Herman dari Voice of America.

Selain itu, beberapa akun jurnalis independen seperti Aaron Rupar, Tony Webster dan Keith Olbermann juga ikut terkunci.

PBB dan Uni Eropa mengecam keputusan Twitter untuk menangguhkan akun sejumlah jurnalis yang meliput perusahaan media sosial tersebut.

PBB mengetweet bahwa kebebasan pers "bukan mainan" sementara UE mengancam akan menjatuhkan sanksi pada Twitter.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan kepada satu situs berita teknologi AS bahwa larangan itu terkait dengan aktivitas berbagi data lokasi secara langsung.

Melissa Fleming, wakil sekretaris jenderal PBB untuk komunikasi global, mengatakan dia sangat terganggu oleh laporan bahwa jurnalis "secara sewenang-wenang" diskors dari Twitter.

"Kebebasan pers bukan mainan," katanya. "Pers yang bebas adalah landasan masyarakat demokratis dan alat utama dalam perang melawan disinformasi yang berbahaya."

Komisaris Uni Eropa Vera Jourova juga mengancam Twitter dengan sanksi di bawah Undang-Undang Layanan Digital baru Eropa yang dia sebut membutuhkan "penghormatan atas kebebasan media dan hak-hak fundamental".

"Elon Musk harus menyadari hal itu. Ada batasan. Dan sanksi, segera," imbuhnya.

Kantor Luar Negeri Jerman memperingatkan Twitter bahwa "kebebasan pers tidak dapat dihidupkan dan dimatikan dengan seenaknya".

Elon Musk belum berkomentar tentang penangguhan tersebut secara langsung, namun mengatakan dalam sebuah twit bahwa "boleh-boleh saja mengkritik saya sepanjang hari, tetapi melakukan doxxing terhadap lokasi saya secara real-time dan membahayakan keluarga saya tidak".

Sang taipan teknologi kemudian membuat jajak pendapat yang menanyakan apakah dia sebaiknya membatalkan penangguhan akun "sekarang" atau "dalam tujuh hari", menandakan keputusan itu dapat dibatalkan lebih cepat.

"Aturan doxxing yang sama berlaku untuk 'jurnalis' seperti halnya orang lain," imbuhnya.

Dia mengatakan seorang "penguntit gila" telah menggunakan berbagi lokasi langsung untuk menemukan dan mendekati kendaraan yang membawa anak-anaknya di Los Angeles.