TEBO, CEKLISSATU - Seorang pria terekam CCTV tengah mencuri celana dalam milik karyawati counter handphone di salah satu rumah toko di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tebo, Jambi.
Video rekaman CCTV tersebut kemudian tersebar luas dan viral di media sosial. Dalam rekaman video CCTV memperlihatkan seorang pria misterius terciduk tengah mencuri celana dalam wanita milik karyawati counter HP, di Kabupaten Tebo, Jambi.
Video berdurasi 59 detik itu memperlihatkan seorang pria berusia sekitar 30 tahun yang tampak masuk ke dalam pagar. Diketahui bahwa ia berada di belakang konter HP.
Sebelum mencuri, pria yang mengenakan kaos dan celana pendek berwarna merah tersebut tampak mendekati jemuran sambil melirik kiri kanan. Setelah dirasa aman, pria tersebut langsung mengambil celana wanita sebanyak tiga buah dan langsung kabur.
Baca Juga : Miliki Kebiasaan Aneh, Ibu Curi Cokelat di Alfamart Berakhir Damai
Menurut keterangan pemilik counter, aksi pencurian celana dalam itu terjadi pada Sabtu, 13 Agustus 2022 sekitar pukul 12.45 WIB.
"Palingan hanya selang beberapa detik saja setelah karyawan jemur pakaian. Kemungkinan sudah diintai pelaku dari jauh," kata Desi pemilik counter hp, dikutip dari antvklik, Selasa 16 Agustus 2022.
Desi menambahkan bahwa pelaku diduga masuk dari belakang rumah tetangga yang tidak dipasang pagar beton.
"Saya yakin orang sekitaran Benteng pasti kenal lah dengan bapak-bapak itu, karena perawakannya sangat jelas di CCTV itu," ujarnya.
Desi mengaku belum melaporkan ke pihak berwajib. Dia hanya berharap agar pihak keluarga pelaku yang mengetahui berita ini memberitahukan kepada pelaku. Ia berharap jika pelaku mempunyai kelainan agar segera diobati.
"Kita kan gak tahu tujuannya apa. Dan kalaupun ada penyakit atau segala macam agar pihak keluarga mengobati karena ini sangat meresahkan masyarakat sekitar," harapnya.
Menurut keterangan korban, aksi ini sudah sering terjadi. Bahkan, hampir semua karyawan yang ada di counter itu pernah kehilangan celana dalam.
"Sebelum kejadian ini, sekitar 2 bulan lalu juga pernah terjadi namun kami mengira mungkin tercampur dengan pakaian kawan," ujar korban Monica.
"Semenjak kejadian kemarin kami tidak berani lagi jemur pakaian dalam, palingan jemur baju lah," tambahnya.