CIANJUR, CEKLISSATU - Pemerintah melalui Kementerian PUPR tengah menyiapkan lahan untuk merelokasi korban gempa Cianjur yang terdampak paling parah. Total lahan yang disiapkan seluas 2 hektar di Desa Cilaku, Kecamatan Cilaku.
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menyatakan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dan bekerja sama dengan BNPB, pemerintah daerah dan sejumlah pihak untuk percepatan kerusakan akibat gempa Cianjur.
"Nanti juga dibedakan kadar kerusakannya, apakah ringan, sedang atau berat. Satu lagi, yang memerlukan relokasi," ujarnya di Pendopo Pemkab Cianjur, Jumat 2 Desember 2022.
Selain itu, kata dia, BMKG juga masih memetakan kerawarnan lokasi lokasi yang terdampak.
Baca Juga : Gerombolan Remaja Berpakaian Sekolah Bawa Sajam Bikin Resah Warga Gunungsindur
"Yang mana yang masih bisa ditempati kembali, dan mana perbaikan yang harus dilakukan dengan relokasi," jelasnya.
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, untuk kerusakan ringan dibantu Rp10 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak berat Rp50 juta.
"Untuk penyalurannya dilakukan BNPB, dengan standar bangunan sesuai standar PUPR," katanya.
Sementata untuk relokasi akan dilakukan Kementerian PUPR. Karena itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Cianjur untuk menentukan satu titik lokasi yang nantinya dijadikan sebagai lahan relokasi korban gempa yang lokasi rumahnya dipastikan tidak aman untuk ditempati lagi.
"Disiapkan 2,5 hektare di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, sebagai lahan relokasi yang diverifikasi bersama bahwa lokasi tersebut berada di lokasi zona aman," bebernya.
Berdasarkan kajian BMKG bahwa lokasi tersebut tidak berada di sesar episentrum gempa. Sedangkan berdasarkan kajian Badan Geologi, lokasi tersebut bahwa kondisi tanah dan batuan aman untuk dijadikan hunian.
"Yang ketiga dari pemda sendiri memastikan bawah lokasi tersebut zona peruntukannya memang zona untuk perumahan,"
"Terakhir dari kami, PUPR, memastikan lokasi yang akan dibangun tersebut ketersediaan air, listrik, akses dan kemungkinan membangun secara cepat, dapat dilakukan," terangnya.
Saat ini, proses pembangunan hunian untuk relokasi korban gempa bahkan sudah mulai dilakukan dengan melakukan pemerataan tanah.