BOGOR, CEKLISSATU - Anggaran Ketahanan Pangan Ayam petelor di Kampung Muara RT 05 RW 08, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menjadi ajang keuntungan pribadi. Pasalnya, dana pembelian 1000 ekor ayam petelor yang dihargai 130 ribu rupiah per ekornya.
Aldi Sekretasi Desa Citeureup mengaku, dirinya sudah merasa amanah dari anggaran untuk ketahanan pangan Desa sebesar 310.000.000.
"Sudah saya anggarkan 130.000.000 rupiah melalui transfer ke penjual ayamnya untuk pembelian 1000 ekor ayam petelor dengan harga per ekor 130.000 rupiah, lalu 100.000.000 saya transfer ke toko bangunan untuk belanja bahan bangunan kandang ayam sebesar 24.000.000 rupiah untuk biaya bikin sumur bor,pasang Listrik untuk kandang ayam 2000.000 rupiah,"kata dia.
Baca Juga : Pria di Sindang Barang Tewas Dibacok, Diduga Hendak Maling Talas
"Uang sebesar 50.000.000 untuk biaya pakan ayam petelor , biaya pakan sehari 900.000 rupiah, dihitung 2 kali dalam sehari memberi pakan ayam petelor" ungkapnya.
Sementara itu, terkait izin lingkungan, kata dia, kalau RT RW tidak meminta ijin karena RT dilokasi kandang masih saudaranya bisa dibilang kakaknya sendiri.
Lanjut saat ditanya harga ayam per ekor 130.000 rupiah,"Iya benar per ekornya 130.000 rupiah pak, saya beli dari peternakan ayam petelor di daerah Pakansari dengan jaminan bila ada ayam yang mati bisa diganti juga perawatan kandang kontrol kesehatan ayam dari pihak penjual ayam,"kata dia.
"Awalnya saya tertarik dengan Desa Tangkil yang sukses dalam ternak ayam petelor makanya saya pilih dana ketahanan pangan desa Citereup 310.000.000 itu untuk biaya usaha ayam petelor,dan saya rasa akan bisa memenuhi kebutuhan pangan warga desa Citereup ke depannya,"paparnya.
Ditempat yang berbeda, kiki staf Desa Tangkil,"Aawalnya kan saya di tangkil, dan alhamdulilah berhasil dalam program ternak ayam petelor, nah lalu Desa Citeureup dan desa tarikolot pada ngikutin dan semuanya saya bantu,"ujar dia.
"Tapi lainnya semuanya back up sendiri, dalam artian jangan sampe nanti blundernya ke saya, saya hanya sebatas menolong tanpa ada posisinya keuntungan buat saya makanya saya jadi rada bingung " ujar kiki kepada media.
Saat lanjut dipertanyakan soal harga ayam petelor apakah benar per ekornya 130.000 rupiah kiki menjawab "Harga segitukan kalau misalnya memang ini kan ini apa namanya perawatan selama 2 tahun ini kan masih binaan kita, bila ada kendala kita ga lepas, jadi ininya kita ini in.,posisinya kan masih pemula ketika ada masalah ini segala macam itu masih tanggung jawab dari kita kang, dari 130 ribu itu bukan harga ayam to,jadi untuk nanti misalnya ada kendala ini kendala itu, kita turun, saat ngantar pakan sambil kroscek kesehatan ayam" ucapnya.
Lalu saat ditanya pastinya berapa harga ayam petelor per ekornya kiki menjawab "Posisinya karena ini kan temen nih yang ngirimnya nanti ditanya dulu,"bebernya.
Kiki melanjutkan jawaban saat ditanya kembali harga dan umur berapa bulan ayam petelor yang dijual ke desa citereup,"Per ekornya jatuhnya sekitar 115 ribu itu sebelum naik 120 an sudah sama berikut pembinaan, ayamnya sendiri itu jatohnya 110 per ekor, soal berapa bulan usia ayam yang dijual 110 ribu per ekor nanti saya kroscek soalnya saya lagi di proyek,"cetus dia.
"Dua desa ini saya cuma nolong kondisikan dan tanpa ada dapat fee segala macam dari dua desa agar kondisinya progres semuanya,"tegasnya saat menutup pembicaraan dengan media.