BOGOR, CEKLISSATU - Guna memastikan kondisi akses jalan sementara jalan untuk kendaraan roda 2 di jalan Saleh Danasasmita Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Senin, 25/8/2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersama dengan Dishub Kota Bogor, Dinas PUPR Kota aBogor, BTP Jawa Barat  dan PT. KAI melakukan evaluasi akhir jalan Saleh Dana Sasmita yang tidak bisa di lalui kendaraan imbas bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. 

"Hari ini kita coba evaluasi akhir sebelum rapat koordinasi antara BTP dengan Pemkot Bogor dan PT. KAI, untuk rencana akses secepatnya namun kita lihat dilapangan masih ada 1-2 hal yang harus kita sempurnakan." Jelas Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada wartawan. 

Baca Juga: Usai Perayaan HUT RI ke 80, Wali Kota Bogor Targetkan Jalan Raya Batu Tulis Bisa Dilintasi Kendaraan Roda Dua

Menurut Dedie, hal itu dilakukan  untuk keselamatan pengendara kendaraan roda 2 karena setelah dilakukan pengecekan masih ada  beberapa hal yang harus disempurnakan. 

"Masih ada Gep antara aspal dengan kanstin atau aspal dengan beton kemudian ada batle nex nah ini hal-hal seperti ini harus kita selesaikan, Kemudian juga masih kurang penerangan, kalau malam-malam tanpa ada penerangan tentu juga bisa membahayakan pengendara kita coba sesempurnakan."ujar Dedie. 

Ia juga mengatakan, meskipun tetap tidak menyelesaikan masalah mudah-mudahan ini bisa jadi solusi terbaik untuk warga Bogor.

"Saya didampingi oleh BTP Jabar PT. KAI untuk memastikan dan nanti kita dapatkan setelah ini yang pasti saya lakukan pengecekan akhir sebelum di buka jadi kapannya kita tunggu hasil rapat, tapi kita lihat dilapangan secara teknis sangat memungkinkan."terangnya.

Selain itu, sebagai alternatif terkait Gep antara aspal dan beton akan diberikan marka atau diberikan tambalan aspal. 

Baca Juga: Pemkot Evaluasi Sejumlah Akses di Kota Bogor yang Terdampak Bencana, Ini Hasilnya

"Kalau saya sih ambil dua-dua nya jadi tambalannya harus kita lakukan, kemudian tetap di. marka supaya menghindari terjadinya kecelakaan, khawatir pengendara ngantuk nanti belok sedikit tiba-tiba jatuh, nanti jadi masalah kita ingin meskipun ini sifatnya sementara tetapi bisa membantu mobilitas masyarakat Kota Bogor khususnya Bogor Selatan."terang nya. 

Menanggapi terkait pemasangan bronjong menurutnya tinggal bagian dari area istana batutulis. 

"Saya fikir kalau kita lihat secara visual, tidak secara langsung mempengaruhi akses jalan yang kita lalui, jadi artinya sambil berjalan kita lakukan pembukaan ya kalau kemudian ada resiko tentu kan nanti kita evaluasi lagi, kita lihat  namanya juga proses pencarian solusi."ucapnya.

Alasan kekhawatiran Dedie karena memang tanah di area tersebut labil kemudian juga tetdapat mata air.

"Jadi memang harus di tritement sedemikian rupa supaya betul-betul secara keselamatan terpenuhi kemudian secara tekhnis kontruksi juga terpenuhi, tidak mudah, buktinya apa? Buktinya longsor kan sudah berkali-kali disini." kata. Dedie. 

Sedangkan untuk pemasangan penerangan Wali Kota Bogor meminta Dishub dapat memasangnya pada hari ini.

"Saya juga minta tadi supaya jangan sampai ada kendaraan roda 4 harus bikin  pembatas tapi jangan mengganggu arus lalulintas tapi jangan ada batle nex jangan kemudian nanti kita batasin malah orang nanti antri yang penting mobil tidak lewat sini." ujarnya. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kendaraan roda 4 yang sifatnya urgent seperti ambulance untuk sementara ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pengembang agar dapat membuka akses untuk bisa di lalui kendaraan roda 4 yang sifatnya urgent. 

"Saya fikir juga ini tidak memenuhi, ini kan bukan dibangun berdasarkan konstruksi ini bukan untuk kapasitas mobil nanti jadi masalah lagi mau tidak mau harus muter kalau ambulance mungkin nanti kita bisa kita minta di pakuan hill dan lain sebagainya nanti setelah motor udah lewat sini saya akan bicara dengan beberapa pengembang untuk membuka akses supaya kendaraan roda 4 bisa terakomodir."tutupnya.