Menurut Jenal, kondisi turap saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda rembesan yang berpotensi membahayakan apabila tidak segera ditangani.


"Kalau tidak berjalan simultan, percuma jalan ini selesai. Hari ini saja pasangan turap yang menjadi kewenangan PT KAI sudah terlihat rembesannya dan kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jangan sampai proyek bernilai besar ini justru menimbulkan bencana di kemudian hari," terangnya


"Karena itu, Lanjutnya, saya terus mendorong, termasuk saat bertemu DPR RI, Dirjen Perkeretaapian, PT KAI, dan Kementerian Perhubungan. Sudah dua tahun masyarakat menunggu. Kami berharap PT KAI segera bergerak cepat melakukan perbaikan turap tersebut," katanya.

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keterlambatan perbaikan turap, Jenal mengaku masih optimistis kedua pekerjaan dapat berjalan bersamaan.

Baca Juga: Tinjau Langsung Rumah Ambruk di Nanggung, Anggota DPRD Bogor Janji Kawal Bantuan untuk Warga

"Informasinya, hasil rapat bersama PT KAI di PUPR Kota Bogor, sekitar satu minggu lagi DED selesai. Kami berharap setelah itu pekerjaan bisa langsung berjalan. Target pembangunan jalan ini Oktober selesai," jelasnya


Jenal berharap perbaikan turap dapat dilaksanakan dengan waktu sekitar empat bulan. 


"Mudah-mudahan perbaikan turap juga bisa dilakukan dalam waktu sekitar empat bulan. Setelah DED selesai, kami akan meminta ekspos khusus kepada Pemerintah Kota Bogor di Balai Kota karena ini persoalan yang sangat serius," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Jalan Baru Batutulis memiliki peran penting karena akan menjadi akses menuju salah satu lokasi pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang digelar di Kota Bogor.