Selain itu, Titiek juga mengapresiasi inovasi pakan ikan berbasis sistem bioflok yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya.
“Kemudian ada inovasi pakan ikan dengan sistem bioflok yang dapat mempercepat masa panen dan lebih ekonomis. Berbagai produk olahan juga memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan dapur MPASI dan bisa dipasarkan. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga menerima sejumlah masukan dari pihak terkait, terutama terkait kekurangan tenaga penyuluh perikanan di Indonesia.
“Kami mendapatkan masukan bahwa jumlah penyuluh perikanan saat ini masih sangat kurang, kurang dari 4.000 orang, padahal idealnya mencapai 12.000 orang untuk seluruh Indonesia. Untuk itu, Komisi IV akan mendorong kementerian terkait agar menambah jumlah penyuluh, karena mereka sangat dibutuhkan oleh para pembudidaya dan nelayan,” tutupnya.