KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM– Di tengah tantangan inflasi pangan dan fluktuasi harga pasar, kelompok tani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menunjukkan kemandirian pangan bukan sekedar wacana.

Kelompok Tani (Poktan) Taruna Muda sukses membudidayakan cabai rawit dan cabai keriting secara optimal dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman menuturkan bahwa Poktan Taruna Muda merupakan salah satu mitra strategis pemerintah desa dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan hasilnya cukup menggembirakan.

“Panen tahun ini mencapai dua ton dari lahan seluas 1,5 hektare,” ungkap Jani Nurjaman, Selasa (22/07/2025).

Baca Juga: Ruas Jalan Cibeber - Kalongliud Rusak, Betonisasi Disebut akan Dilakukan Pada Tahun Ini

Jani Nurjaman, yang dikenal dekat dengan petani karena latar belakangnya sebagai mantan anggota BPD dan Sekretaris Desa, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bukan datang secara instan.

Poktan Taruna Muda telah dipercaya mengelola program ketahanan pangan desa sejak tahun 2023 dengan dukungan Dana Desa.

“Mereka tidak hanya diberi bantuan, tapi juga kepercayaan. Program ini bagian dari pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada ketahanan pangan dan hewani,” terang Jani yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kecamatan Nanggung.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa komposisi tanam kelompok ini cukup beragam. Sekitar 40 persen dari total lahan digunakan untuk cabai. Sementara sisanya 60 persen ditanami hortikultura lain seperti tomat, terong, dan sayuran daun.

Baca Juga: Kesaksian Warga Kalongliud Nanggung: Tiba-Tiba Tebing Penahan Tanah Longsor Saat Azan Subuh

Strategi ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan produksi dan mengurangi risiko kegagalan panen tunggal (crop failure).

“Dari 2022 hingga 2024, program ini murni berbasis pemberdayaan, tanpa ketergantungan pada pihak luar. Ini bentuk nyata dari pembangunan desa yang berkelanjutan,” jelasnya.

Program ketahanan pangan Kalongliud juga dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Jani mengatakan, keberlanjutan menjadi kunci utama agar desa tidak hanya produktif hari ini, tapi juga tahan banting di masa depan.

Baca Juga: Bendung Bongas di Kecamatan Nanggung Segera Direhabilitasi Tahun Ini, Pagu Anggaran Mencapai Rp830 Juta

“Tahun 2025, kami berencana mengintegrasikan kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Ini bagian dari roadmap menuju ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan sehat,” tegasnya.

Hingga pertengahan 2025, total lahan pertanian produktif yang dikelola para petani dan Poktan di Desa Kalongliud mencapai 32 hektare. 

Dan angka ini bukan hanya mencerminkan luasan, tapi juga semangat kolektif masyarakat desa dalam membangun dari akar rumput.