“Bagi saya, Seren Taun bukan sekadar tontonan. Ini cerminan dari akar budaya yang harus terus kita jaga, bukan hanya sebagai warisan, tapi juga sebagai pedoman hidup sehari-hari,” katanya.

Baca Juga: Dorong Perda Adat, DPRD Bogor Suarakan Perlindungan Kasepuhan: Jangan Sampai Mereka Hilang di Negeri Sendiri

Kehadiran generasi muda dalam acara ini juga memberi warna tersendiri. 

Anissa, mahasiswi dari Universitas Trisakti Jakarta, yang datang bersama temannya Diva, mengaku terkesan dengan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat adat Malasari.

“Di tengah era digitalisasi, banyak nilai budaya yang mulai luntur. Tapi di sini, kami merasakan kembali semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang sudah mulai jarang ditemui di kota besar,” ujar Anissa.

IMG_20250627_133413.webp
SEREN TAUN: gelaran Seren Taun di Kasepuhan Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang kembali digelar pada Jumat, 27 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah. FOTO: DIDIN KHAERUDIN/CEKLISSATU.COM

Seren Taun tak hanya menjaga nilai adat dan budaya, tetapi juga membuka ruang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi kerajinan tangan dan produk lokal.

Baca Juga: Pemkab Bogor akan Bangun SMP Negeri di Malasari Kecamatan Nanggung, Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Seren Taun menjadi bukti bahwa tradisi tak harus dikurung masa lalu.