KOTA BOGOR, CEKLISSATU.COM - Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Bogor (P3B) mendatangi Kantor Balai Kota Bogor Jalan Ir. H. Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Selasa (2/9/ 2025).
Mereka melakukan long march dari Pasar Bogor hingga tiba ke Balai Kota Bogor, Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan adaya rencana pembongkaran bangunan pasar Bogor agar di tunda.
Ketua P3B, Heryono mengatakan bahwa pihaknya menginginkan rencana pembongkaran ditunda hingga Lebaran Idul Fitri.
"Alhamdulillah aksi demo tidak berlangsung rusuh dan kondusif karena memang kita tidak menghendaki itu. Yang kita inginkan bisa kita bertahan sampai lebaran Idul Fitri, Alhamdulillah sekarang sama pa Wakil Wali Kota pa Jenal Mutaqin sudah dikabulkan," ungkapnya.
Baca Juga: HMI MPO Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama: Ajak Masyarakat dan Polisi Berefleksi
Ia berharap usai permohonan dipenuhi pihaknya akan mengikuti aturan sesuai dengan yang telah direncanakan.
"Harapannya tidak ada keluhan lagi dan tidak ada gaduh lagi tidak akan ada permintaan lagi. Karena perjanjian dan permintaan kita sudah di kabulkan dan setelah lebaran kita akan mengikuti aturan apa yang telah direncanakan oleh pa direksi. Insya allah akan kami turuti." jelasnya.
Ia juga mengatakan, usai Lebaran tidak akan ada yang berjualan karena mereka menurutnya mereka harus memegang komitmen awal.
"Kita harus komitmen kita di sini dari awal. Dengan saling memahami dan menyadari kita tidak ricuh sampai Idul Fitri mendatang. Mungkin perjanjian itu kita ikuti kita setujui," tuturnya.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Demo di Sekitar Sekolah, SMK Bhakti Insani Bogor Terapkan PJJ dan WFH
Sementara itu Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, pihaknya telah bersedia untuk melakukan dialog dengan cukup perwakilan, namun jumlah kehadirannya melebihi apa yang sudah diperkirakan.
"Sebelumnya memang aksi itu sudah sampai informasinya ke Polresta Bogor. cuma dari kepolisian mencoba menahan, lebih baik kita ada diskusi dan siap diterima Pemkot Bogor sudah saya agendakan jam 9 perwakilan cukup 15-20 orang," tuturnya.
"Tapi fakta nya datang 400 orang saya kaget tadi lagi dalam lagi coba menunggulah kehadiran mereka perwakilan namun yang datang lebih dari itu," lanjut Jenal Mutaqin.
Namun demikian Jenal Mutaqin juga menyampaikan bahwa unjuk rasa berjalan dengan kondusif. Ia juga mengatakan, adanya kelonggaran waktu tersebut agar tidak mendatangkan pedagang baru dan para pedagang harus tetap menjaga kebersihan.
Baca Juga: Pemkot Bogor Imbau PAUD - SMP Melaksanakan Pembelajaran Secara Daring
"Jujur aja, saya anak seorang pedagang kaki lima, tapi untuk kebersihan dan menjaga kota ini saya rasa kewajiban kita semua. Maka saya berterima kasih kepada polresta bogor kota yang tadi demonya Alhamdulillah kondusif," ujarnya.
"Dan mereka berkomitmen menjaga kondusifitas Bogor, melindungi, menjaga keamanan, kenyamanan dan berkomitmen setelah lebaran semua harus clear dan bantu pemerintah 5 tahun ini agar Bogor lebih baik," harapnya.
Selain itu, Jenal Mutaqin juga mengatakan, bangunan itu bukan milik Pemerintah Kota Bogor namun hanya lahannya saja.
"Bangunan itu adalah milik pihak ketiga, Karena secara usia bangunan pun sudah lebih dari 30 tahun. Saya rasa sudah kurang layak. untuk rencana proses pembongkaran masih menunggu DED, untuk pembiayaan beberapa solusi dan beberapa alternatif bisa dari APBD kota, provinsi, pusat atau oleh pihak ketiga," jelasnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Apresiasi DKPP Kota Bogor Telah Inisiasi Giat Temu Tani
Menurutnya, ada sistem yang diatur oleh regulasi, Beauty Contest, itu dibangun oleh pihak swasta dengan durasi 25 tahun, setelah itu baru milik pemerintah kota.
"Jadi skema-skema itu hari ini masih dibahas,.termasuk dengan bagaimana kajian nanti dari sumber anggaran provinsi dan pusat mau atau tidak, kalau enggak ya terpaksa mau enggak mau harus oleh pihak ketiga," tutupnya.