“Baiknya langsung kontak developer, ya,” tulis Haris, Minggu (16/6).

Lebih lanjut, Haris memaparkan strategi pemasaran yang diterapkan untuk menarik minat pedagang dan pembeli. Strategi tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama diantaranya, 

  1. Penjualan, dengan memberikan diskon dan perlakuan khusus kepada pedagang.
    2. Penunjang, dengan menciptakan lingkungan pasar yang nyaman dan terintegrasi.

“Agar kios cepat laku, tentu kami berikan diskon dan perlakuan khusus, terutama bagi pedagang eksisting. Bila ada indikasi permainan harga atau informasi tidak valid, laporkan ke saya,” kata Haris. 

Baca Juga: Pasar Gembrong Siap Operasi, PD PPJ Sebut Miliki Sistem Pengolahan Air Sendiri hingga Ramah Disabilitas

Haris juga menambahkan bahwa di Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari terdapat area premium serta area khusus bagi pedagang lama agar mereka tetap bisa berjualan dengan nyaman di lokasi baru.

Dari sisi infrastruktur, Perumda PPJ turut melakukan penataan ulang, seperti perbaikan rute angkot, pelebaran akses jalan, penyediaan lahan parkir, serta promosi berkelanjutan guna menarik minat masyarakat berbelanja di pasar.

“Area publik dan fasilitas penunjang di kedua pasar dibangun dengan standar minimal SNI, bahkan publik beberapa koridor melebihi standar tersebut. Misalnya, area komersil di Pasar Jambu Dua hanya 47 persen dan Pasar Gembrong Sukasari hanya 30 persen dari total luas gedung. Bandingkan dengan Pasar Gunung Batu yang mencapai 55 persen. Ini untuk menciptakan pasar yang tidak sumpek dan nyaman untuk berbelanja,” jelasnya.

Dengan berbagai kemudahan dan pendekatan tersebut, Perumda PPJ menargetkan agar revitalisasi pasar bukan sekadar relokasi, namun menjadi upaya transformasi pasar tradisional agar lebih kompetitif di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern