KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Padepokan Buana Raksa Budaya Padjajaran yang genap berusia 11 tahun mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin atau yang akrab disapa Jaro Peloy.
Jaro Peloy menyebutkan, mempertahankan eksistensi seni bela diri tradisional di tengah gempuran arus modernisasi bukanlah perkara mudah.
"Ini aset yang luar biasa. Bayangkan, 11 tahun bertahan dan hari ini kita bisa melihat langsung perkembangan yang begitu nyata," ucap Jaro Peloy saat menghadiri acara Tour Malasari Halimun Salak di Kampung Citalahab, Sabtu (24/8/2025).
Mantan Kepala Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya itu menuturkan, dirinya ikut mendorong pelestarian budaya sejak lama.
Bahkan, pada 2023 lalu Jaro Peloy menyalurkan bantuan berupa perlengkapan kesenian untuk mendukung aktivitas padepokan.
"Itu memang murni untuk kepentingan melestarikan budaya, agar generasi muda tetap punya ruang belajar dan berlatih," terang Jaro Peloy.
Jaro Peloy juga menyinggung pentingnya regulasi sebagai payung hukum bagi pelaku seni dan budaya. Ia menyebut, Kabupaten Bogor telah memiliki Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah dan Cagar Budaya Daerah, yang di dalamnya mengatur perlindungan tradisi lisan, seni, hingga kegiatan kesenian di tingkat komunitas.
"Jadi jelas, ada aturan yang mengikat dan melindungi. Tinggal bagaimana kita bersama-sama memastikan implementasinya di lapangan," tegas Jaro Peloy.
Dengan kehadiran padepokan seperti Buana Raksa Budaya Padjajaran, ia berharap seni bela diri pencak silat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi kebanggaan daerah yang mampu diwariskan lintas generasi.