BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong transformasi digital di bidang kearsipan dan peningkatan budaya literasi masyarakat. 

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat membuka kegiatan Arsipelago 2025 yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Bogor di Cibinong, Rabu (5/11/25).

Ajat mengatakan, bahwa arsip bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bukti nyata dan penyelamat ketika menghadapi persoalan, bisa menjadi jejak digital yang menyelamatkan. 

Baca Juga: Festival Literasi Roadshow 3 : Ruang Kolaborasi Kebersamaan dengan TBM Peka Raya Pamulang

Ajat berharap kegiatan Arsipelagi 2025 dapat meningkatkan kesadaran ASN serta masyarakat dalam mengelola dokumen dan memperkuat budaya baca

Ia menekankan bahwa literasi dan arsip digital menjadi bagian dari indikator kinerja utama pemerintah daerah.

"Perbaikan sistem digitalisasi arsip pemerintah harus terus dilakukan, termasuk aplikasi Srikandi yang saat ini digunakan. Aplikasi tersebut benar-benar dapat berfungsi optimal," ujarnya.

Baca Juga: Berkinerja Terbaik, Pemkab Bogor Raih Penghargaan Penyelenggaraan Kearsipan Dengan Nilai Memuaskan Dari ANRI

Ia juga menyoroti terkait indeks literasi Kabupaten Bogor yang harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah dan masyarakat.

"Dinas Arsip dan Perpustakaan dapat memperluas akses baca di ruang-ruang publik. Contohnya negara-negara maju yang menyediakan perpustakaan di setiap taman, sehingga budaya membaca tumbuh dari lingkungan sehari-hari," ujar Ajat.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor telah memiliki gerakan Selasa Membaca, dan meminta dinas terkati untuk menempatkan fasilitas perpustakaan mini di taman-taman Kabupaten Bogor

Baca Juga: Gudang Arsip di Mall Ekalokasari Terbakar, Pengunjung Berhamburan

"Tahun 2026 nanti, usulkan agar setiap taman ada tempat baca. Jadi masyarakat terbiasa membaca bukan hanya pesan WA atau media sosial, tapi juga buku-buku bermutu," ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Ajat, budaya membaca didekatkan ke masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan penghargaan terhadap kinerja kearsipan dan perpustakaan di Kabupaten Bogor, dengan beberapa kategori penghargaan.

Baca Juga: Sukses Percepat Layanan Lewat Digitalisasi, Pengelolaan Arsip BPJS Ketenagakerjaan Raih Penghargaan ANRI

Antara lain, Pengelola Arsip Terbaik (untuk perangkat daerah, badan, RSUD, dan kecamatan). Pengguna Aplikasi Srikandi Terbaik, perpustakaan terbaik, pembudaya gemar membaca Kabupaten Bogor. serta lomba menulis cerpen, lomba menyanyi, dan lomba mewarnai untuk kategori usia 7–8 tahun.

Selain itu, juga akan dilakukan launching Sistem Sipadu Istimewa, yaitu sistem pengelolaan arsip terpadu sebagai pengembangan dari sistem yang telah ada sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Iwan Irawan menjelaskan, melalui Sipadu Istimewa, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bogor memiliki sistem pengelolaan arsip yang efektif, seragam, terintegrasi, dan berstandar nasional, terutama dalam pengelolaan arsip inaktif dan penyimpanan arsip vital.

Baca Juga: Gubernur Jabar Serahkan Bantuan Kompensasi ke Warga Terdampak Penutupan Tambang di Kabupaten Bogor

Ia menuturkan, pengelolaan arsip yang optimal perlu didukung oleh anggaran di perangkat daerah masing-masing, agar penguatan tata kelola arsip menjadi bagian integral dari proses perencanaan dan penganggaran daerah.

"Kami berharap semangat tertib arsip dan gemar membaca semakin tumbuh di seluruh lapisan masyarakat. Literasi adalah fondasi bagi pemerintahan yang kuat, efektif, dan berdaya saing di masa depan," ujar Iwan.