Ardani menuturkan, bahwa untuk normalisasi air yang membutuhkan waktu hingga 6 jam itu lantaran secara teknis harus terlebih dahulu membuang udara di area pipa, kemudian mengisi ke pipa kecil dan besar, hingga paling ujung, dari wilayah bawah hingga ke wilayah atas.
Ia pun menyebut, pipa yang sedang dilakukan perbaikan ini sumber mata airnya dari Cipaku yang mengalir ke berbagai wilayah, mulai dari Cipaku, Rangga Mekar, Pamoyanan, Cibeureum Sunting Mulyaharja hingga ke Cikaret Gang Kosasih, sehingga untuk proses normalisasinya membutuhkan waktu cukup lama.
"Namun kita pastikan, hari ini juga selesai, sehingga layanan air bersih kepada wilayah-wilayah yang tadi disebutkan bisa kembali normal. Kami berharap kepada para pelanggan untuk bersabar, dan kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan layanan air bersih yang saat ini sedang kami perbaiki," pungkasnya.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Sosialisasi Kualitas Air ke Sejumlah SPPG di Kota Bogor, Ini Tujuannya
Sebagai informasi, proses normalisasi diawali dengan pembukaan valve buangan (hydrant dan wash out) dibeberapa titik, fungsinya agar tidak ada udara yang terjebak dalam pipa. Proses normalisasi ini secara bertahap akan memulihkan kembali tekanan air ke rumah pelanggan.
Dan perlu diketahui juga pada proses normalisasi ini akan ada kondisi dimana sebagian wilayah akan mengalir dan normal lebih dulu. Namun bagi yang masih belum normal maka kami selalu siap untuk mengirimkan bantuan air cadangan melalui tanki dengan menghubungi call center kami.