“Kegiatan ini bukan hanya lomba, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pesantren serta mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Bogor,” ungkap Jaro Ade.


Kabupaten Bogor memiliki sekitar 3.000 pondok pesantren yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah. Pesantren tidak hanya mendidik ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan integritas para santri. Ini menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Bogor yang istimewa dan gemilang.

IMG-20260413-WA0044.webp


“Kami mengapresiasi kepada pimpinan pondok pesantren atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan berbagai prestasi, mulai dari capaian akademik hingga prestasi di bidang olahraga,” ujar Jaro Ade.


Ia menambahkan, keunggulan santri tidak hanya pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian. Tidak sedikit lulusan pesantren yang mampu mendirikan pesantren baru dan melanjutkan estafet dakwah.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Munjiat menjelaskan, kegiatan MQK di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting dalam mendukung penguatan sumber daya manusia sebagaimana dicanangkan dalam Program Astacita Presiden Prabowo Subianto.


“Para peserta diingatkan untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan menambah pengalaman, bukan semata mengejar kemenangan. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.


Ia menuturkan, kegiatan yang  diikuti santri terpilih dari berbagai pondok pesantren ini menampilkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, mencakup berbagai disiplin ilmu seperti nahwu, sharaf, tafsir Al-Qur’an, hadis, hingga ushul fiqh. Ajang ini juga menjadi sarana evaluasi bagi lembaga pendidikan pesantren dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran.


“Kepada para dewan hakim, disampaikan pula pentingnya menjaga integritas dan amanah dalam proses penilaian, agar seluruh peserta mendapatkan hasil yang adil dan objektif,” pungkasnya.