Ia juga mengatakan, setelah ada riset dan kemudian menjadi warisan budaya, nantinya akan menjadi bagian dari exhibit (pameran) kepada publik dengan narasi-narasi yang sudah lengkap, karena didukung oleh penelitian.
"Lalu terkait repatriasi, kita akan meminta pengembalian terutama yang dibawa di masa-masa zaman kolonial itu ke Indonesia," jelasnya.
"Jadi, ada negara=negara yang sudah bekerjasama, ada yang masih dalam penjajakan. Ada yang masih belum merespon sama sekali, nanti kita sudah ada timnya," tambah Fadli Zon.
Menurutnya, pihaknya akan melakukan satu provenance research terhadap benda-benda tersebut, dan akan membawa benda-benda ini sebagai bagian dari satu koleksi di museum, serta bisa dilihat oleh publik.
Sementara itu, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyatakan, pihaknya kedatangan tamu istimewa Menteri Kebudayaan, untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengelola koleksi ilmiah.
"Khususnya terkait arkeologi, dan bagaimana kita bisa melakukan karakterisasi dan pemanfaatan selanjutnya," ucap Laksana Tri Handoko.