OGOR, CEKLISSATU–Kemeriahan Helaran budaya “Mapag Pajajaran Anyar” yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Bogor rupanya mengandung arti tersendiri. Hal itu seperti yang diutarakan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa.

Yudi mengungkapkan bahwa tema "Mapag Pajajaran Anyar" pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 bukan sekadar slogan seremonial, melainkan menjadi simbol semangat baru dalam membangun Kabupaten Bogor melalui persatuan, kolaborasi, dan pelestarian nilai-nilai budaya.

Menurut Yudi, tema tersebut merupakan bagian dari visi yang diusung Bupati Bogor untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Bogor tengah memasuki babak baru pembangunan dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama.

"Selama rangkaian Hari Jadi Bogor, pemerintah ingin menunjukkan bahwa membangun Kabupaten Bogor tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Itulah makna dari 'Pajajaran Anyar'," ujar Yudi pada media, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: Helaran Meriah Tutup Rangkaian HJB ke-544, Sekda: Hari Jadi Bogor adalah Pesta Masyarakat

Sebagai simbol persatuan, Pemerintah Kabupaten Bogor mengumpulkan tanah dan air dari seluruh wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 417 desa, dan 19 kelurahan. Tanah dan air tersebut melambangkan bahwa Bogor lahir dari seluruh wilayahnya yang memiliki sejarah panjang dan identitas masing-masing.

Yudi menjelaskan, tanah dan air dari setiap kecamatan tidak akan dicampur, melainkan disimpan secara terpisah sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan kekhasan setiap daerah. Nantinya, seluruh koleksi tersebut akan ditempatkan di lokasi khusus agar dapat dilihat masyarakat.

Selain itu, dua kereta kencana yang diperkenalkan dalam rangkaian HJB ke-544 juga akan menjadi bagian dari koleksi budaya yang bisa dinikmati publik.
Kereta pertama bernama Garuda Paksi Wisesa, yang melambangkan sosok Garuda sebagai simbol keperkasaan yang tetap berwibawa. Sementara kereta kedua bernama Gading Puspakara, yang menggambarkan kekuatan gajah berpadu dengan filosofi bunga yang sedang mekar sebagai simbol keindahan, pertumbuhan, dan kemajuan.